| dc.description.abstract | Program Webinar Dapoer Kita diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagai media edukasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah pangan olahan untuk meningkatkan pemahaman keamanan pangan dan penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan pengetahuan peserta, membandingkan efektivitas pelaksanaan tahun 2024 dan 2025, menganalisis pengaruh karakteristik peserta (usia, jenis kelamin, wilayah, dan frekuensi), serta mengevaluasi pelaksanaan program menggunakan model CIPP yaitu Context (kesesuaian program dengan kebutuhan peserta), Input (kesiapan sumber daya dan sarana pendukung), Process (pelaksanaan kegiatan webinar), dan Product (hasil serta dampak yang dicapai peserta). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif evaluatif dengan data pre-test, post-test, karakteristik peserta, serta kuesioner evaluasi program dan implementasi CPPOB. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 72,611 menjadi 86,540 dengan nilai N-Gain sebesar 0,490 dan termasuk kategori sedang. Pelaksanaan tahun 2024 (N-Gain = 0,517) lebih efektif dibandingkan tahun 2025 (N-Gain = 0,453), sedangkan karakteristik peserta tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan. Sementara itu, evaluasi CIPP memperoleh rata-rata indeks persentase sebesar 87,53% dan implementasi CPPOB sebesar 92,22% termasuk pada kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Webinar Dapoer Kita efektif sebagai media edukasi digital bagi UMKM pangan olahan. | |