Evaluasi Waste Kemasan Fleksibel dan Proses Pembentukan Sachet Di Mesin Vertical Form-Fill-Seal (VFFS) 5 Lane PT XYZ
Date
2026Author
Winada, Gabriella Callista
Palupi, Nurheni Sri
Suyatma, Nugraha Edhi
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terbentuknya waste pada proses pengemasan menggunakan mesin vertical form-fill-seal (VFFS) 5 lane serta menentukan kondisi optimum untuk menurunkan waste pada tahap pergantian rol film. Proses penyambungan film diidentifikasi sebagai tahapan kritis dengan kontribusi waste terbesar melalui analisis diagram Pareto. Analisis penyebab dilakukan menggunakan diagram sebab–akibat (Ishikawa) dan pendekatan 5 Whys, yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian eksperimental pada dua mesin dengan karakteristik berbeda.
Pengembangan dan pengujian kondisi perbaikan dilakukan dengan mengevaluasi pengaruh alignment dan kesesuaian sambungan terhadap frame sachet. Alignment mengacu pada keselarasan posisi film saat penyambungan, sedangkan frame mengacu pada kesesuaian posisi sambungan terhadap satu siklus cetak (eyemark). Pada Mesin A, kedua faktor dianalisis menggunakan two-way ANOVA, sedangkan pada Mesin B analisis difokuskan pada faktor frame karena kondisi alignment relatif telah terkendali. Hasil menunjukkan bahwa alignment berpengaruh signifikan pada Mesin A (p < 0,05), sedangkan pada Mesin B, faktor frame menjadi dominan akibat karakteristik lintasan film yang tidak setara.
Penerapan kondisi perbaikan terbaik, yaitu alignment yang baik dan sambungan dalam satu frame, menurunkan rata-rata waste secara signifikan dari 5,1 ± 0,7 m menjadi 3,3 ± 0,5 m pada Mesin A dan 5,8 ± 1,4 m menjadi 3,0 ± 0,6 m pada Mesin B. Evaluasi menggunakan grafik kendali I–MR dan uji T berpasangan menunjukkan proses yang stabil dan efektif. Hasil ini menunjukkan bahwa perbaikan proses penyambungan film pada mesin VFFS 5 lane dapat diterapkan secara umum melalui pengendalian alignment dan kesesuaian frame, dengan penyesuaian terhadap karakteristik mesin. This study aims to identify the causes of packaging waste in the vertical form-fill-seal (VFFS) 5 lane process and to determine optimum conditions for reducing waste during film roll changeover. The film splicing process was identified as the most critical stage contributing to the highest waste using Pareto analysis. Root cause analysis was conducted using the Ishikawa diagram and 5 Whys, followed by experimental testing on two machines with different characteristics.
Improvement conditions were developed and tested by evaluating the effects of alignment and splice position relative to the sachet frame. Alignment refers to the positional consistency between the old and new film during splicing, while frame refers to the alignment of the splice within a single printing cycle (eyemark). In Machine A, both factors were analyzed using two-way ANOVA, whereas in Machine B, the analysis focused on the frame factor since alignment was relatively well-controlled. The results showed that alignment significantly affected waste formation in Machine A (p < 0.05), while in Machine B, the frame factor was more dominant due to uneven film path characteristics.
The best-performing condition, namely proper alignment and splicing within a single frame, significantly reduced average waste from 5.1 ± 0.7 m to 3.3 ± 0.5 m in Machine A and from 5.8 ± 1.4 m to 3.0 ± 0.6 m in Machine B. Evaluation using I-MR control charts and paired T-test confirmed that the improved process was stable and effective. These findings indicate that film splicing improvement in VFFS can be applied by controlling alignment and frame positioning, with adjustments based on machine characteristics.

