Analysis and Control of Packaging Waste During the Production of "Seblak Authentic" At CV Kylafood Indonesia Using PDCA (Plan-Do-Check-Action)
Abstract
Seblak merupakan pangan tradisional dari Kota Bandung yang telah berevolusi menjadi makanan instan yang populer, salah satunya diproduksi oleh Kylafood Indonesia. Namun, produksi “Seblak Autentik” menghadapi pemborosan (waste) kemasan akibat kegagalan pada proses pengemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan proses produksi “Seblak Autentik”, menganalisis faktor penyebab pemborosan, menentukan akar permasalahan menggunakan siklus PDCA dan Seven Tools, menyusun strategi perbaikan, serta mengevaluasi efektivitas implementasi rencana perbaikan dalam mengurangi waste pengemasan. Penelitian ini menerapkan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) didukung dengan alat bantu Check sheets, Pareto charts, dan Fishbone Diagram untuk menganalisis dan mengurangi pemborosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan “Seblak Autentik” terdiri atas tahapan pemilahan bahan baku, pembuatan bumbu (bumbu kencur, bumbu sambal, dan bumbu kering), pengemasan bumbu, sterilisasi pada bumbu kencur dan bumbu sambal, pengemasan isi seblak (kerupuk, bumbu kencur, bumbu sambal, dan bumbu kering), serta pengemasan akhir. Pemborosan kemasan teridentifikasi pada tahap pengemasan isi seblak akibat kegagalan proses yang memerlukan pengulangan secara manual, sehingga kemasan tidak dapat digunakan kembali dan harus dibuang. Terdapat lima akar permasalahan penyebab pemborosan, yaitu; ketidaksesuaian berat, gencet kerupuk, kempes, mesin, dan kebocoran bumbu. Implementasi dari rencana perbaikan menurunkan persentase pemborosan dari 23,03% (884 dari 3.838 kemasan) menjadi 8,54% (329 dari 3.851 kemasan). Ketidaksesuaian berat berkontribusi lebih dari 80% terhadap total kegagalan. Pengurangan pemborosan kemasan meningkatkan efisiensi system produksi “Seblak Autentik” CV Kylafood Indonesia. Seblak is a traditional food originating from Bandung that has evolved into a popular instant product, one of which is produced by Kylafood Indonesia. However, the production of “Seblak Authentic” faces packaging waste due to failures in the packaging process. This study aims to identify the production process of “Seblak Authentic”, analyze the factors causing waste, determine the root causes using the PDCA cycle and the Seven Tools, develop improvement strategies, and evaluate the effectiveness of the implemented improvements in reducing packaging waste. This study applies the PDCA (Plan-Do-Check-Action) cycle supported by quality control tools, including Check Sheets, Pareto Charts, and Fishbone Diagrams, to analyze and reduce waste. The results show that the production process consists of raw material sorting, seasoning preparation (kencur seasoning, sambal seasoning, and dry seasoning), seasonings packaging, sterilization of kencur seasoning and sambal seasoning, filling of seblak components (kerupuk, kencur seasoning, sambal seasoning, and dry seasoning), and final packaging. Packaging waste was identified at the seblak component filling stage due to process failures requiring manual rework, causing the packaging to be unusable and discarded. There are five root causes of waste, namely; weight inconsistency, crushed kerupuk, leakage, machine, and damaged seasoning. The implementation of improvement strategies reduced the waste percentage from 23.03% (884 out of 3,838 packages) to 8.54% (329 out of 3,851 packages). Weight inconsistency contributed to more than 80% of total failures. The reduction of packaging waste improved the efficiency of the “Seblak Authentic” production system at CV Kylafood Indonesia.

