Tingkat Kenyamanan Sapi Perah Dara berdasarkan Respon Fisiologis Berbasis Mikroklimat Menggunakan IoT D-Ruminansia
Abstract
Kondisi mikroklimat kandang di wilayah tropis sering menyebabkan
ketidakseimbangan termal yang berdampak pada respon fisiologis dan kenyamanan
sapi perah dara. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kenyamanan sapi
perah dara berdasarkan respon fisiologis yang dikaitkan dengan kondisi
mikroklimat menggunakan sistem IoT D-Ruminansia. Penelitian dilakukan pada
delapan ekor sapi perah dara Friesian Holstein dengan pemantauan mikroklimat
secara real-time untuk memperoleh nilai temperature humidity index (THI), serta
pengukuran frekuensi respirasi dan denyut jantung pada tiga waktu pengamatan.
Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan nilai THI berada pada kategori
nyaman hingga stres panas ringan, dengan peningkatan signifikan pada siang hari
yang diikuti kenaikan frekuensi respirasi sebagai respon paling sensitif terhadap
beban panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemantauan berbasis IoT
mampu mengidentifikasi perubahan kondisi lingkungan secara cepat dan akurat.
Penerapan sistem ini berimplikasi pada peningkatan efisiensi pengelolaan kandang
dan kesejahteraan ternak. Barn microclimate conditions in tropical regions often cause thermal
imbalance that affects physiological responses and the comfort of dairy heifers.
This study aimed to analyze the comfort level of dairy heifers based on
physiological responses associated with microclimate conditions using the IoT based D-Ruminansia system. The study was conducted on eight Friesian Holstein
dairy heifers through real-time microclimate monitoring to obtain temperature
humidity index (THI) values, along with measurements of respiration rate and heart
rate at three observation times. Data were analyzed descriptively. The results
showed that THI values ranged from comfortable to mild heat stress, with higher
values observed during the daytime, followed by increased respiration rate as the
most sensitive response to heat load. The research results show that IoT-based
monitoring can identify changes in environmental conditions quickly and
accurately. The implementation of this system leads to improved efficiency in barn
management and enhances animal welfare.

