Formulasi Smoothie Berbahan Jambu Biji Merah, Bayam Hijau, dan Kacang Kedelai sebagai Minuman Fungsional Remaja Putri Anemia
Abstract
Anemia masih menjadi masalah gizi terbesar pada remaja dan dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang remaja putri. Pencegahan anemia secara nonfarmakologis dapat dilakukan melalui pengembangan produk smoothie dari jambu biji merah, bayam hijau, dan kacang kedelai sebagai minuman fungsional untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan vitamin C remaja putri. Kombinasi jambu biji merah yang tinggi vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi pada bayam hijau dan kedelai. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formula (rasio jambu biji merah dan bayam hijau), yaitu F1 (1:2), F2 (1:1), dan F3 (2:1). Formula terpilih adalah F1 dengan kandungan gizi terbaik dan mendapat nilai kesukaan yang cukup baik. Satu takaran saji formula terpilih (200 mL) mengandung 102 kkal energi, 6,7 g protein, 4,0 g lemak, 9,8 g karbohidrat, 3,36 mg zat besi, dan 23,08 mg vitamin C. Berdasarkan kontribusinya terhadap ALG kelompok umum, smoothie F1 memenuhi syarat klaim sumber zat besi dan sumber vitamin C. Biaya produksi smoothie sebesar Rp5.381,83 dan harga jual Rp6.727,29 atau jika dibulatkan menjadi Rp7.000,00. Anemia remains the biggest nutritional problem among adolescents and can have a significant impact on the long-term health of adolescent girls. Nonpharmacological prevention of anemia can be achieved through the development of smoothies made from red guava, green spinach, and soybeans as functional drinks to meet the iron and vitamin C needs of adolescent girls. The combination of red guava, which is high in vitamin C, can enhance iron absorption in spinach and soybeans. This study used a completely randomized design (CRD) with three formulas (ratios of red guava and green spinach), namely F1 (1:2), F2 (1:1), and F3 (2:1). The selected formula was F1, which had the best nutritional content and received a good preference score. One serving of the selected formula (200 mL) contains 102 kcal of energy, 6.7 g of protein, 4.0 g of fat, 9.8 g of carbohydrates, 3.36 mg of iron, and 23.08 mg of vitamin C. Based on its contribution to the ALG for the general group, smoothie F1 qualifies for iron and vitamin C source claims. The production cost of smoothie is Rp5,381.83 and the selling price is Rp6,727.29 or if rounded up to Rp7,000.00.
Collections
- UT - Nutrition Science [3196]
