Hubungan Status Gizi, Aktivitas Fisik, dan Pola Konsumsi Pangan dengan Gula Darah Puasa Penyandang Diabetes Melitus di Kota Bogor
Date
2026Author
Sembiring, Salsabila Meira
Damayanthi, Evy
Dwiriani, Cesilia Meti
Metadata
Show full item recordAbstract
Diabetes melitus merupakan penyakit peningkatan kadar glukosa darah dan
dapat menimbulkan komplikasi serta prevalensinya yang semakin meningkat di
Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi, aktivitas fisik,
dan pola konsumsi pangan dengan kadar gula darah puasa pada penyandang
Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Bogor. Desain penelitian menggunakan cross
sectional study yang dilaksanakan pada Juli–Desember 2024 dengan subjek
berjumlah 51 orang yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan mayoritas subjek berusia =60 tahun (65%) dan berjenis kelamin
perempuan (86,3%), status gizi adalah obesitas I (33%) dengan tingkat aktivitas
fisik berat (82%). Mayoritas subjek mengalami defisit energi, protein, dan
karbohidrat, namun lemak berlebih. Analisis hubungan menunjukkan bahwa
frekuensi konsumsi lauk hewani dan tingkat kecukupan protein memiliki hubungan
dengan kadar gula darah puasa. Selain itu, frekuensi konsumsi minuman manis
terdapat hubungan dengan indeks massa tubuh serta tingkat kecukupan lemak
terdapat hubungan dengan aktivitas fisik (p<0,05). Diabetes mellitus is a disease characterized by elevated blood glucose levels
that may lead to complications, the prevalence continuing to rise in Indonesia. This
study aimed to analyze the relationship between nutritional status, physical activity,
and dietary patterns with fasting blood glucose levels among Type 2 Diabetes
Mellitus in Bogor City. The study employed a cross-sectional design conducted
from July to December 2024, involving 51 subjekts selected through purposive
sampling. The results showed that the majority of subjekts were aged =60 years
(65%) and female (86.3%), with a nutritional status of obesity I (33%) and a high
level of physical activity (82%). Most subjekts had deficits in energy, protein, and
carbohydrate intake, but had excessive fat intake. The relationship analysis
indicated that the frequency of animal based food consumption and protein
adequacy levels was associated with fasting blood glucose levels. The frequency of
sweetened beverage consumption was associated with body mass index, while fat
adequacy level was associated with physical activity (p<0.05).
Collections
- UT - Nutrition Science [3196]
