The Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) Inhibitor Activity of Pepsin-Digested Red Leg Grasshopper (Melanoplus femurrubrum)
Abstract
Hypertension is a major public health concern in Indonesia. Red-legged grasshopper (Melanoplus femurrubrum) is a sustainable protein source that may provide antihypertensive benefits through bioactive peptides. This study evaluated the Angiotensin-Converting Enzyme (ACE)-inhibitory activity of pepsin-digested protein hydrolysates from boiled, fried, and baked grasshopper samples using ACE inhibition (IC50) and Sodium Dodecyl Sulfate-Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE). The experiment consisted of four groups including one raw control group and three heat treated groups namely fried at 180°C for 5 minutes with a final weight of 8.59 g boiled at 100°C for 10 minutes with a final weight of 5.59 g and baked at 200°C for 10 minutes with a final weight of 5.98 g with 4 replicates in each group. Among processed samples, frying resulted in the strongest inhibition (IC50: 1.05 mg/mL), followed by boiling (1.21 mg/mL) and baking (1.28 mg/mL). SDS-PAGE confirmed greater peptide release in raw and fried samples, supporting the conclusion that minimal heat treatment better preserves the antihypertensive properties of grasshopper proteins. Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Belalang kaki merah (Melanoplus femurrubrum) merupakan sumber protein berkelanjutan yang berpotensi memberikan efek antihipertensi melalui peptida bioaktif. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas penghambatan Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) dari hidrolisat protein belalang yang telah dicerna pepsin pada kondisi direbus, digoreng, dan dipanggang menggunakan uji penghambatan ACE (IC50) dan analisis Sodium Dodecyl Sulfate-Polyacrylamide Gel Electrophoresis(SDS-PAGE). Terdapat empat grup sampel, yaitu satu grup kontrol dan tiga grup dengan perlakuan pemanasan, masing-masing berupa belalang yang digoreng pada suhu 180°C selama 5 menit dengan berat akhir 8,59 g, direbus pada suhu 100°C selama 10 menit dengan berat akhir 5,59 g, dan dipanggang pada suhu 200°C selama 10 menit dengan berat akhir 5,98 g. Di antara sampel yang dimasak, penggorengan menghasilkan aktivitas terbaik (IC50: 1,05 mg/mL), diikuti perebusan (1,21 mg/mL) dan pemanggangan (1,28 mg/mL). Hasil SDS PAGE menunjukkan pelepasan peptida lebih besar pada sampel mentah dan digoreng, sehingga pemanasan minimal lebih mampu mempertahankan sifat antihipertensi protein belalang.
