Show simple item record

dc.contributor.advisorBudi, Faleh Setia
dc.contributor.authorMERYASARI, SYIVANA
dc.date.accessioned2025-08-13T04:33:49Z
dc.date.available2025-08-13T04:33:49Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168935
dc.description.abstractKrimer Kental Manis (KKM) merupakan produk turunan susu yang banyak digunakan dalam makanan dan minuman. PT XYZ selaku produsen KKM menerima keluhan terkait produk krimer kental manis kemasan sachet menggembung, yang mengindikasikan adanya pertumbuhan mikroorganisme. Berdasarkan analisis diagram Ishikawa, penyebab utama penggembungan diidentifikasi karena frekuensi sanitasi mesin filling tube yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembersihan mesin filling tube pasca pembersihan, serta menentukan interval pembersihan ulang yang ideal untuk menekan pertumbuhan mikroba sebelum siklus CIP (Cleaning in Place) berikutnya. Metode yang digunakan adalah siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) dengan pengambilan data melalui metode swab, menggunakan parameter mikrobiologi, yaitu Total Plate Count (TPC), Coliform, serta kapang dan khamir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak hari ketiga pasca CIP, terjadi peningkatan signifikan mikroorganisme, dengan TPC mencapai 1,82 × 10² ± 6,25 × 10¹ CFU/ 100 cm² dan kapang khamir sebesar 1,16 × 10¹ ± 0,00 CFU/100 cm². Hasil tersebut melebihi standar internal perusahaan, yaitu 1,0 × 10² untuk TPC dan 1,0 × 10¹ untuk kapang khamir. Hasil tersebut menunjukkan bahwa interval pembersihan saat ini belum optimal dan perlu disesuaikan dan dilakukan tindakan perbaikan.
dc.description.abstractSweetened Condensed Creamer (SCC) is a dairy-derived product widely used in food and beverages. PT XYZ, as the manufacturer of SCC, received complaints regarding bloated sachet-packaged products, indicating potential microbial growth. Based on an Ishikawa diagram analysis, the primary cause of the bloating was identified as suboptimal sanitation frequency of the filling tube machine. This study aimed to evaluate the effectiveness of filling tube cleaning post-CIP (Cleaning in Place) and to determine the ideal cleaning interval to suppress microbial growth before the subsequent CIP cycle. The research employed the PDCA (Plan-Do-Check-Action) cycle and utilized the swab method for data collection, using microbiological parameters including Total Plate Count (TPC), coliforms and molds yeasts. The results indicated a significant increase in microbial counts starting from the third day after CIP, with TPC reaching 1.82 × 10² ± 6.25 × 10¹ CFU/100 cm² and mold and yeast counts of 1.16 × 10¹ ± 0.00 CFU/100 cm². These values exceeded the company’s internal standards of 1.0 × 10² for TPC and 1.0 × 10¹ for mold and yeast. The findings suggest that the current cleaning interval is not optimal and requires adjustment and corrective action.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Efektivitas Sanitasi Mesin Filling Tube Krimer Kental Manis di PT XYZ Menggunakan Pendekatan PDCAid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordPDCAid
dc.subject.keywordsanitationid
dc.subject.keywordSweetened Condensed Creamerid
dc.subject.keywordFilling tubeid
dc.subject.keywordSwabid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record