| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gaya hidup dan kejadian sindrom metabolik pada karyawan laki-laki berstatus gizi obesitas di PT. Indocement Citeureup. Desain penelitian adalah cross sectional dengan purposive sampling dan melibatkan 59 karyawan laki-laki obes yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak 49.15% contoh mengalami sindrom metabolik dengan prevalensi penanda sindrom metabolik tertinggi adalah obesitas sentral (96.55%), diikuti oleh hipertrigliseridemia (82.76%), kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) rendah (72.41%), kadar glukosa darah puasa tinggi (62.07%) dan hipertensi (55.17%). Tidak terdapat perbedaan proporsi kejadian sindrom metabolik menurut umur, riwayat kegemukan, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, tingkat aktivitas fisik maupun perilaku makan (p > 0.05) Semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi berkorelasi signifikan (p < 0.05) dengan tekanan darah diastol yang rendah dan ukuran lingkar perut yang besar. Perilaku makan yang tidak sehat. berkorelasi signifikan dengan rendahnya kadar kolesterol HDL, sedangkan perilaku konsumsi cemilan berkorelasi dengan tingginya kadar glukosa darah puasa (p < 0.05) | id |