Show simple item record

dc.contributor.advisorAmalia, Leily
dc.contributor.authorPermatasari, Inke Indah
dc.date.accessioned2025-07-10T03:09:44Z
dc.date.available2025-07-10T03:09:44Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164432
dc.description.abstractBerdasarkan survei nasional, sekitar 35.8% daerah di Indonesia termasuk ke dalam daerah endemik gangguan akibat kurang yodium (GAKY) ringan, 13.1% termasuk ke dalam daerah endemik GAKY sedang, dan 8.2% termasuk ke dalam daerah endemik GAKY berat (Rencana Aksi Nasional Kurang Kalori Protein Gangguan Akibat Kurang Yodium 2004). Program yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah GAKY tersebut yaitu yodisasi pada garam sebagai program penanggulangan jangka panjang (Depkes RI 2002 dan Kartono et al 2004). GAKY dapat disebabkan oleh asupan yodium dalam makanan kurang dari kebutuhan dalam jangka waktu lama. Penggunaan garam beryodium di Kabupaten Cianjur masih rendah Hal ini terlihat dari data riskesdas 2007 yang menunjukkan bahwa cakupan garam beryodium di Kabupaten Cianjur hanya mencapai 47.2%, lebih rendah dibandingkan level nasional yang mencapai 62.3%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Kabupaten Cianjur masih kurang dalam mengonsumsi garam beryodium. Pengetahuan dan sikap gizi ibu merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan pola konsumsi pangan secara umum, pangan sumber yodium maupun dalam pemilihan jenis garam yang digunakan dalam rumah tangga sehingga akan berdampak pada status yodium anggota rumah tangga. Berdasarkan pertimbangan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti hubungan pengetahuan, sikap, dan praktik gizi ibu dengan pola konsumsi pangan sumber yodium dan penggunaan jenis garam tingkat rumah tangga di wilayah pegunungan Kabupaten Cianjur Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan praktik gizi ibu terhadap konsumsi pangan sumber yodium dan penggunaan jenis garam rumah tangga di wilayah pegunungan Kabupaten Cianjur. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian besar yang berjudul "Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) pada Anak Sekolah Dasar: Studi tentang Konsumsi Pangan, Aspek Sosio Budaya dan Prestasi Belajar di Wilayah dengan Agroekologi Berbeda". Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Penelitian dilakukan di Cianjur pada bulan Mei 2012. Pemilihan Cianjur sebagai lokasi penelitian diseleksi secara purposive didasarkan pada data riskesdas 2007. Dalam penelitian ini, jumlah contoh yang digunakan adalah 153 ibu. Contoh merupakan pengasuh dari siswa kelas 4 atau 5 sekolah dasar terpilih dengan kategori dewasa dini sebanyak 71.2%. Berdasarkan besar anggota keluarga, sebagian besar keluarga contoh merupakan kelurīga kecil (s 4 orang). Umumnya pendidikan suami contoh adalah 51.6% an contoh 61.4% adalah SD. Pekerjaan suami sebagian besar sebagai buruh tani (39.9%) dan contoh sebagai ibu rumah tangga (IRT) (73.9%). Sebagian besar contoh (73.2%) berada pada tingkat ekonomi miskin, dengan pendapatan perkapita keluarga contoh <1GK atau sama dengan kurang dari Rp. 231,438,-/kapita/blıı. Hanya 10.5% contoh yang tingkat ekonominya menengah ke atas.. Pangan sumber yodium yang sering dikonsumsi contoh adalah ikan asin (68.3%) dan telur (66.7%). Asupan yodium contoh sebagian besar (83%) belum meinenuhi kecukupan asupan yodium harian, sedangkan yang memenuhi baru mencapai 13.7%, dan selebihnya sebanyak 3.3% asupan yodiumnya sudah berlebih. Konsumsi pangan sumber yodium contoh sebagian besar juga belum mencukupi tingkat kecukupan yodium (TKY) contoh terlihat dari persentasenya yang mencapai 71.2%. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara pengetahuan gizi dengan sikap gizi ( p = 0.001 -0.263) dan praktik gizi ( p = 0.003 ; r = 0.221 ) serta antara praktik gizi penggunaan garam beryodium ( p = 0.004 ; r = 0.216 ) Sementara itu, terdapat hubungan yang cukup signifikan praktik gizi dengan konsumsi pangan sumber yodium ( p = 0.064 , r = 0.124 ) dan antara sikap gizi dengan penggunaan garam beryodium ( p = 0.064 ; r = 0.124 ) Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan penggunaan garam beryodium (p = 0.156) sikap gizi dengan praktik gizi, pengetahuan gizi dengan konsumsi pangan sumber yodium, dan sikap gizi dengan konsumsi pengan sumber yodium. Terdapat hubungan positif antara sikap gizi dengan penggunaan garam beryodium, dan antara praktik gizi dengan penggunaan garam beryodium. Terdapat hubungan negatif di antara sikap gizi dengan penggunaan garam beryodiurn. Tidak terdapat hubungan di antara sikap gizi dengan praktik gizi, pengetahuan gizi dengan penggunaan garam beryodium, pengetahuan gizi dengan konsumsi pangan sumber yodium, sikap gizi dengan konsumsi pangan sumber yodium. Ahli gizi perlu melakukan penyuluhan gizi tentang yodium karena masih banyak rumah tangga yang belum mengetahui yodium. Perlu adanya pemantauan dan pengawasan yang khusus oleh pemerinah terkait klaim pada kemasan garam beryodium yang mencantumkan garam dengan kadar yodium z 30 ppm padahal ketika dilakukan pengujian kadar yodiumnya tidak sampai 30 opm Selain itu diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai cara penyimpanan garam rumah tangga dan penelitian tentang menghitung berapa besar jumlah kehilangan yodium pada saat pemasakan pada pangan sumber yodium.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleHubungan Pengetahuan, Sikap dan Praktik Gizi Ibu dengan Konsumsi Pangan Sumber Yodium dan Penggunaan Jenis Garam Rumah Tangga di Wilayah Pegunungan Kabupaten Cianjurid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordiodineid
dc.subject.keywordnutrition knowledgeid
dc.subject.keywordnutrition attitudeid
dc.subject.keywordnutrition practiceid
dc.subject.keywordhouseholdid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record