| dc.description.abstract | Umur harapan hidup (UHH) di Indonesia semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya taraf hidup dan pelayanan kesehatan. Meningkatnya UHH menyebabkan meningkatnya jumlah populasi lansia yang telah mencapai 19,32 juta orang atau 8,37% dari total seluruh penduduk Indonesia pada tahun 2009. Meningkatnya populasi lansia ini akan diikuti dengan timbulnya berbagai masalah kesehatan berupa penyakit kronik degeneratif, seperti: tekanan darah tinggi (hipertensi). Diketahui bahwa asupan zat gizi berhubungan erat dengan terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi). Dalam hal ini, berkaitan dengan pola makan yang salah yaitu perubahan pola makan yang menjurus ke makanan yang mengandung tinggi kalori, lemak, protein, karbohidrat, dan natrium tapi rendah serat, rendah kalium, kalsium dan magnesium dalam makanan yang menjadi faktor pemicu terjadinya hipertensi. Selain asupan zat gizi, status gizi dan aktivitas fisik juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya tekanan darah tinggi.
Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis perbedaan asupan zat gizi, aktivitas fisik, status gizi dan tekanan darah lansia di Rumah Perlindungan Sosial Tresna Wreda (RPSTW) Sukma Raharja yang dikelola pihak Pemda dan Panti Wreda (PW) Salam Sejahtera yang dikelola pihak swasta. Tujuan khusus penelitian ini yaitu: (1) Mengidentifikasi karakteristik lansia (umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan), serta status gizi dan tekanan darah lansia; (2) menganalisis perbedaan asupan energi dan zat gizi (protein, karbohidrat, lemak, dan mineral makro yaitu natrium, kalium, kalsium dan magnesium); (3) menganalisis perbedaan aktivitas fisik lansia (4) menganalisis hubungan karakteristik lansia, asupan energi dan zat gizi, status gizi serta aktivitas fisik terhadap tekanan darah lansia, serta (5) menganalisis pengaruh karakteristik lansia, asupan energi dan zat gizi, status gizi serta aktivitas fisik terhadap tekanan darah lansia.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah crossecsional study, dilakukan di Rumah Perlindungan Sosial Tresna Wreda (RPSTW) Sukma Raharja yang dikelola pihak Pemda dan Panti Wreda (PW) Salam Sejahtera yang dikelola pihak swasta. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus s/d September 2011. Penentuan jumlah contoh dilakukan dengan cara Proporsional Stratified Random Sampling dan memiliki kriteria: tidak pikun, masih bisa berkomunikasi dengan baik dan bersedia diwawancarai dan dijadikan contoh penelitian, sehingga diperoleh ukuran contoh dari masing-masing panti yaitu 30 dan 31 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi karakteristik lansia (umur, jenis kelamin dan pendidikan), antropometri (berat badan, tinggi badan dan tinggi lutut), penimbangan dan recall konsumsi pangan serta aktivitas fisik selama dua hari dan pengukuran tekanan darah sebanyak 1 kali. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriftif dan inferensial, dimana untuk uji beda menggunakan analisis statistik independent t-tes, uji hubungan menggunakan analisis korelasi pearson dan uji pengaruh menggunakan analisis regresi linear berganda. Adapun program yang digunakan yaitu Microsoft Excel, Nutrisurvey dan Service Solution (SPSS) for Windows 16.0.
Sebagian besar (90%) lansia Sukma Raharja berusia antara 60-74 tahun (usia lanjut), sedangkan lansia Salam Sejahtera (71%) berusia antara 75-90 tahun (usia tua). Semua lansia Sukma Raharja berjenis kelamin wanita, sedangkan lansia Salam Sejahtera 51,6% berjenis kelamin wanita dan 48,4% yang berjenis kelamin laki-laki. Pendidikan terakhir lansia Sukma Raharja, memiliki persentase terbesar pada tingkat TTSD yaitu sebanyak 11 orang (36,7%) dan lansia Salam Sejahtera memliki persentase terbesar pada tingkat SMA yaitu sebanyak 11 orang (35,5%). Lebih dari separuh lansia (50,8%) pada kedua Panti termasuk dalam kategori status gizi normal, dimana IMT lansia Salam Sejahtera lebih tinggi daripada lansia Sukma Raharja dan berbeda secara signifikan dengan rata-rata IMT masing-masing sebesar 23,5 kg/m² dan 20,2 kg/m². Kisaran tekanan darah sistolik lansia Sukma Raharja adalah 110-190 mmHg dan 110-210 mmHg pada lansia Salam Sejahtera. Kisaran tekanan darah diastolik lansia Sukma Raharja dan Salam Sejahtera yaitu masing-masing antara 70-100 dan 50-108 mmHg. Namun, tekanan darah sistolik tidak berbeda secara signifikan (p>0,05), tetapi tekanan darah diastolik lansia Sukma Raharja lebih tinggi secara signifikan (p<0,05) daripada lansia Salam Sejahtera.
Rata-rata asupan energi dan zat gizi lansia Sukma Raharja yaitu sebesar 1717±245 kkal (energi), 49,9±7,5 gr (protein), 253,7±39,2 gr (karbohidrat), 58,8±12,0 gr (lemak), 562,2±165,7 mg (natrium), 2001,1±284,9 mg (kalium), 298,4±112,3 mg (kalsium) dan 264,5 ± 25,7 mg (magnesium) dengan rata-rata tingkat kecukupan energi, protein, dan karbohidrat dalam kategori normal dan lemak dalam kategori lebih. Tingkat kecukupan natrium, kalium, dan magnesium dalam kategori cukup dan kalsium dalam kategori kurang. Sedangkan rata-rata asupan energi dan zat gizi lansia Salam Sejahtera yaitu sebesar 1585±231 kkal (energi), 46,8±8.0 gr (protein), 208,3±38,3 gr (karbohidrat), 63,9±7,4gr (lemak), 424,2±108,0 mg (natrium), 1578,8±238,2 mg (kalium), 279,9±99,6 mg (kalsium) dan 205,8±25,5 mg (magnesium) dengan tingkat kecukupan energi dalam kategori defisit ringan, protein (normal), karbohidrat (defisit sedang), dan lemak (lebih). Tingkat kecukupan natrium dan kalium dalam kategori cukup, sementara kalsium dan magnesium dalam kategori kurang. Berdasarkan uji beda t asupan energi, karbohidrat, natrium, kalium dan magnesium lansia yang tinggal di Sukma Raharja secara signifikan (p<0,05) lebih tinggi daripada lansia yang tinggal di Salam Sejahtera. Sementara untuk asupan protein, lemak, dan kalsium pada kedua kelompok lansia tidak ada perbedaan.
Sebanyak 86,6% lansia Sukma Raharja dan 83,9% lansia Salam
Sejahtera termasuk dalam kategori aktivitas fisik ringan. Rata-rata PAL kedua
lansia sama yaitu sebesar 1,5 ± 0,1 yang tergolong dalam tingkat aktivitas ringan dan hasil uji beda t menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan p>0,05 (p=0,280).
Tekanan darah diastolik lansia berkorelasi negatif secara signifikan dengan umur (r=-0.398;p=0,001), namun berkorelasi positif secara signifikan dengan asupan karbohidrat (r=0.300;p=0,019), natrium (r=0,305;p=0,017) dan magnesium (r=0,328;p=0,010). Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa tekanan darah lansia tidak dipengaruhi oleh karakteristik, asupan energi dan zat gizi (protein, karbohidrat, lemak, dan mineral makro seperti natrium, kalium, kalsium dan magnesium), status gizi dan aktivitas fisik.
Dilihat dari asupan natrium lansia yang sebagian besar sudah melebihi angka kecukupan yang dianjurkan dan tingkat aktivitas fisik dan olahraga tergolong ringan maka lansia perlu mengurangi asupan natrium dan meningkatkan aktivitas fisik dan olahraga untuk mengurangi risiko terjadinya peningkatan tekanan darah (hipertensi) pada lansia. | id |