| dc.description.abstract | Kesenjangan pendidikan antara Maluku Tengah dan Cianjur dipengaruhi faktor
geografis, sosial, dan ketidakmerataan kualitas pendidikan. Keterlibatan Akademik
siswa merupakan kunci keberhasilan pembelajaran dan peningkatan mutu
pendidikan. Penelitian ini mengeksplorasi gaya pengasuhan, lingkungan
pembelajaran, motivasi, efikasi diri, dan Keterlibatan Akademik siswa SMP di
kedua wilayah menggunakan desain studi komparatif eksplanatori. Data
dikumpulkan dari 132 siswa Maluku Tengah dan 196 siswa Cianjur, dianalisis
deskriptif dan inferensial dengan SPSS dan Structural Equation Modeling (SEM)
4.0. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan dalam karakteristik siswa dan
keluarga, seperti usia, uang saku, dan tingkat pendidikan orang tua. Gaya
pengasuhan authoritative menjadi dominan di kedua wilayah, sementara
lingkungan pembelajaran berada pada kategori sedang hingga tinggi. Motivasi
akademik siswa didominasi oleh motivasi intrinsik dan ekstrinsik, dengan
amotivasi berada di tingkat sedang. Efikasi diri dan Keterlibatan Akademik siswa
juga berada pada kategori sedang, mencerminkan keyakinan dan partisipasi yang
cukup baik dalam pembelajaran. Uji korelasi menunjukkan bahwa lingkungan
pembelajaran, motivasi, dan efikasi diri memiliki hubungan positif yang signifikan
terhadap Keterlibatan Akademik, sementara gaya pengasuhan tidak menunjukkan
hubungan langsung. Uji pengaruh menggunakan analisis jalur mengungkapkan
bahwa di Cianjur, gaya pengasuhan dan lingkungan pembelajaran secara langsung
dan tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap Keterlibatan Akademik melalui
mediasi motivasi dan efikasi diri. Sementara itu, di Maluku Tengah, hanya
lingkungan pembelajaran yang menunjukkan pengaruh tidak langsung signifikan
terhadap Keterlibatan Akademik. Temuan ini menekankan pentingnya peran
lingkungan sekolah dan faktor psikologis siswa dalam meningkatkan keterlibatan
belajar, khususnya melalui penguatan efikasi diri dan motivasi akademik | |