Pengendalian Kadar Malonaldehida (MDA) Penderita Diabetes melalui Intervensi Tahu Kedelai Hitam
Abstract
Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif kronis yaitu ketika seseorang tidak mampu memproduksi insulin dari sel beta-pankreas atau Ketika tubuh tidak mampu menggunakan hormon insulin secara efektif sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah. Kondisi hiperglikemia pada penderita diabetes meningkatkan jumlah radikal bebas yang dapat menyerang asam lemak tak jenuh penyusun membran lipid tubuh sehingga menghasilkan malonaldehida (MDA) sebagai produk peroksidasi lipid. Tahu kedelai hitam merupakan sumber protein nabati yang menyediakan zat gizi lengkap yaitu Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan komponen non gizi seperti serat Jangan serta komponen bioaktif golongan flavonoid (isoflavon dan antosianin) sebagai antioksidan. Penelitian ini melibatkan 11 responden kontrol dan 15 responden yang diintervensi dengan tahu kedelai hitam. Intervensi tahu kedelai hitam sebanyak 85 gram per hari pada kelompok intervensi menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan selang kepercayaan 95% terhadap penurunan Nadar MDA rata-rata setelah 28 hari, sementara responden kontrol diabetes menunjukkan peningkatan kadar MDA rata-rata setelah 28 hari, namun tidak signifikan. Hal ini menunjukkan asupan tahu kedelai hitam yang mengandung Komponen antioksidan mampu menurunkan kadar malonaldehida penderita Biabetes. Pengolahan kedelai hitam menjadi tahu kedelai hitam berpengaruh secara signifikan terhadap kadar total flavonoid masing-masing produk pada selang kepercayaan 95%. Kehilangan sejumlah total flavonoid terjadi saat perendaman, penggilingan, pemanasan, koagulasi hingga pengepresan tahu kedelai hitam….

