| dc.description.abstract | Rayon merupakan suatu benang atau serat tekstil buatan yang disusun atau dibentuk dari turunan selulosa. Bahan utama dalam pembuatan rayon adalah pulp dissolving yang telah diputihkan, dimana mengandung sedikit bahan non selulosa dan mempunyai tingkat kemurnian selulosa yang tinggi.
Penelitian merupakan studi orientasi mengenai kemungkinan penggunaan pulp yang berasal dari kayu Eucalyptus urophylle dan kayu Pinus merkusii untuk dijadikan bahan baku pembuatan serat rayon. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis kayu dan suhu prahidrolisa terhadap sifat pulp dissolving dan sifat rayon yang dihasilkan.
Sifat pulp dissolving yang dihasilkan seperti kadar alpha selulosa, beta dan gama selulosa, dan derajat polimer dipengaruhi secara nyata oleh jenis kayu, sedangakan kadar sari pulp dissolving dipengaruhi sangat nyata oleh perlakuan jenis kayu. Suhu prahidrolisa yang digunakan ternyata hanya berpengaruh nyata terhadap derajat polimer pulp dissolving. Kadar alpha selulosa pulp dissolving rata-rata tertinggi (96.45%) diperoleh pada pulp yang berasal dari kayu Eucalyptus urophylla dengan suhu prahidrolisa 157 °C, kadar beta dan gama selulosa pulp terendah diperoleh pada pulp kayu E. urophylla dengan suhu prahidrolisa 150 °C (rata-rata 6.19%), sedangkan derajat polimer pulp dissolving rata-rata tertinggi (859) diperoleh pada pulp kayu E. urophylla dengan suhu prahidrolisa 150 °C. ... | id |