| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat abu sekam, kapur (CaCO3) dan tanah pemucat (bleaching earth) dengan konsentrasi 10, 20 dan 30 persen bobot selama penyim- panan 2 dan 4 bulan terhadap tingkat kerusakan Jagung (H-6) akibat serangan Sitophilus sp. Dengan penelitian ini diharap- kan dapat diketahui jenis partikel halus yang paling efektif menekan kerusakan pada konsentrasi yang paling rendah.
Pengukuran tingkat kerusakan dilakukan dengan mengama- ti populasi Sitophilus sp., kadar air, persen biji rusak, kadar asam lemak bebas, daya kecambah dan penilaian organo- leptik.
Sampai penyimpanan selama 2 bulan, ketiga jenis par- tikel halus tersebut mempunyai daya hambat yang nyata ter- hadap perkembangan Sitophilus sp. sehingga dapat menekan tingkat keruskan jagung. Akan tetapi setelah penyimpanan selama 4 bulan hanya abu sekam dan kapur yang mampu menekan tingkat kerusakan dengan nyata, sedangkan tanah pemucat hampir tidak mempunyai efektivitas penghambatan sama sekali.
Terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi konsentra- si partikel halus yang ditambahkan semakin besar pula daya ... | id |