Show simple item record

dc.contributor.advisorManullang, Monang
dc.contributor.advisorLiesbetini
dc.contributor.advisorMuhidin, Dudung
dc.contributor.authorChandra, Elisabeth Annita F.
dc.date.accessioned2024-04-30T02:40:51Z
dc.date.available2024-04-30T02:40:51Z
dc.date.issued1983
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147897
dc.description.abstractDua cara ekstraksi pektin dari kulit pisang (Musa paradisiaca L) telah diteliti dengan tujuan untuk meningkat- kan daya guna limbah kulit pisang sehingga dapat menanggulangi limbah kulit pisang. Cara ekstraksi pertama, merupakan modifikasi cara Towle dan Christensen (1973), hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen pektin kulit pisang sangat dipengaruhi oleh derajat kematangan pisang, rendemen terusnyak didapatkan pada derajat kematangan kuning penuh. Lama pemasakan 1 jam, 14 jam dan 2 jam menunjukkan bahwa rendemen pektin semakin meningkat dengan semakin lamanya pemasakan dilakukan, tetapi lama pemasakan 2 jam, 24 jam dan 3 Jam menunjukkan bahwa rendemen tidak berbeda nyata. Rendemen pektin terbanyak didapat pada suhu pemasakan 90°C, lama pemasakan 2 jam dan derajat kematangan kuning penuh yaitu 4,26 persen bobot kering. Pektin kulit pisang termasuk pektin berkadar metoksil rendah, kadar metoksilnya 1 persen sehingga kemampuannya membentuk gel dipengaruhi oleh adanya ion Ca++.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEkstraksi pektin dari kulit pisangid
dc.titleEkstraksi pektin dari kulit pisangid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record