View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Konsentrasi Bahan Banting dan Waktu Proses Banting Terhadap Sifat Fisik Kulit Samak

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (14.22Mb)
      Date
      1987
      Author
      Suhardono, Asep
      Fahidin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Proses penyamakan merupakan suatu pengerjaan pada kulit dengan zat-zat atau bahan penyamak sehingga kulit yang semula labil terhadap pengaruh kimia, fisis, dan biologis menjadi stabil pada tingkat tertentu. Proses ini secara garis besar meliputi 4 tahapan proses, yaitu tahapan proses pra penyamakan, penyamakan, pasca penyamakan dan pe- nyelesaian. Proses bating merupakan bagian pengerjaan dalam tahapan proses pra penyamakan yang dilakukan untuk membuka tenunan kulit lebih sempurna dengan sitim enzimatis. Salah satu bahan bating yang umum dan banyak digunakan adalah Oropon, yaitu suatu bahan patent yang pada dasarnya terbuat dari enzim pankreas dan garam-garam Ammonium sebagai aktivator serta serbuk gergaji sebagai media. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemungkinan penggunaan jumlah bahan bating dan waktu proses bating yang optimum untuk menghasilkan kulit samak dengan sifat fisik yang memenuhi persyaratan SII. Sebagai bahan mentah digunakan kulit kambing untuk diproses menjadi kulit samak crust. Hipotesis penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi bahan bating dan waktu proses bating akan menghasilkan kulit samak dengan kehalusan dan kelemasan (kemuluran) yang lebih tinggi, namun kekuatan kulit akan semakin berkurang. Untuk menganalisa data digunakan analisa faktorial dalam rancangan pola acak lengkap. Faktor A merupakan variasi konsentrasi bahan bating, yaitu A1 = 1.0%, waktu proses bating, yaitu B₁ A 2 1.5% dan A3 2.0%. Faktor B merupakan variasi = 1 60 menit, B2 = 90 menit dan B3 = 120 menit. Kombinasi perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap kekuatan tarik dan daya mulur kulit samak crust yang dihasilkan. Kematangan kulit, kadar abu dan kadar Cr203 kulit hasil penelitian tidak memperlihatkan adanya perbedaan yang nyata, tetapi terdapat kecenderungan kenaikkan nilai kematangan kulit, kadar abu kulit dan kadar Cr203 kulit, bila konsentrasi bahan bating dan waktu pro- ses bating ditambah…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144587
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4355]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository