| dc.description.abstract | Masalah gizi karena keadaan konsumsi yang kurang baik masih banyak terdapat di Indonesia. Keadaan konsumsi keluarga dan anak balita dipengaruhi oleh tingkat pendidikan formal orang tua, pengetahuan gizi isteri, pengeluaran keluarga, besar keluarga, dan produksi pangan keluarga. Anak balita sebagai salah satu golongan rawan, peka terhadap keadaan konsumsi yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran keadaan konsumsi keluarga dan anak balita, serta status gizi anak balita, dan hubungan antar peubah yang diteliti. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebanyak 40 keluarga di Kelurahan Kasongan yang dibedakan menjadi empat golongan, yaitu nPN-T (non pegawai negeri dengan isteri tidak bekerja), nPN-B (non pegawai negeri dengan isteri bekerja), PN-T (pegawai negeri dengan isteri tidak bekerja) dan PN-B (pegawai negeri dengan isteri bekerja, yang dipilih secara acak berlapis berdasarkan status kerja kepala keluarga. Data yang dikumpulkan meliputi data konsumsi pangan keluarga dan anak balita, status gizi anak balita, dan data sosial ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar keluarga berkisar antara 5 8 orang, dan tertinggi pada golongan nPN-B (8.2 ± 2.5 orang). Tingkat pendidikan formal orang tua cukup beragam dan lebih tinggi pada kelompok pegawai negeri. Tingkat pengetahuan gizi isteri terendah pada golongan nPN-T (56.7) dan tertinggi pada golongan PN-B (82.9). Tingkat pengetahuan gizi kelompok nPN berbeda dengan kelompok PN pada 2:0.05. Pengeluaran keluarga terendah pada golongan nPN-T (Rp 11 819 ± 7 350) dan tertinggi pada golongan PN-B (Rp 17 765 ± 6361). Pengeluaran keluarga kelompok nPN berbeda dengan kelompok PN pada d:0.05…dst | id |