View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Daya antimikroba bumbu rawon terhadap pertumbuhan beberapa bakteri enteropatogenik

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.630Mb)
      Date
      1992
      Author
      Julyastuti, Dwi Riani
      Daulay, Djundjung
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktifitas antimikroba dari campuran rempah-rempah (bumbu) yang digunakan dalam pembuatan rawon segar terhadap tiga jenis bakteri enteropatogenik yang sering mengkontaminasi makanan, yaitu Escherichia coli, Salmonella typhimurium, dan Vibrio cholerae. Selain melihat pengaruh daya anti- mikroba dalam bumbu rawon segar, juga dipelajari pengaruhnya jika bumbu rawon segar tersebut disterilisasi, dipanaskan pada suhu dan waktu tertentu, serta pengaruhnya bila bumbu tersebut disimpan pada suhu rendah selama waktu tertentu terhadap aktifitas antimikrobanya. Pengamatan viabilitas sel bakteri akibat penambahan bumbu rawon (segar, disimpan pada suhu rendah, sterilisasi, pemanasan pada suhu 80, 90, atau 100°C) dilakukan di dalam medium Nutrient Broth yang mengandung bumbu dengan konsentrasi 0.0, 2.5, 5.0, 7.5, atau 10.0 persen bumbu (w/v) V. 0.5, 0, untuk E. coli, dan S. typhimurium, sedangkan untuk cholerae konsentrasi bumbu yang digunakan adalah 0.0, 1.0, 1.5, atau 2.0 persen (w/v) dengan waktu kontak 24, 48, dan 72 jam. Viabilitas sel bakteri juga diamati terhadap bumbu yang telah disimpan pada suhu rendah selama 0, 1, 2, 3, dan 4 minggu. aktifitas Untuk mengamati antimikroba dari bumbu rawon segar dan sterilisasi inkubasi dilakukan pada suhu ruang dan suhu refrigerator, sedangkan untuk perlakuan penyimpanan pemanasan inkubasi dilakukan pada suhu ruang. dan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bumbu rawon segar lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri dibandingkan bumbu rawon yang telah diberi perlakuan pemanasan. Semakin tinggi suhu pemanasan dan semakin lama waktu pemanasan aktifitas antimikroba bumbu rawon semakin berkurang, sedangkan pada perlakuan sterilisasi, bumbu rawon sudah tidak bersifat menghambat bahkan menstimulir pertumbuhan bakteri. Selama penyimpanan sampai dengan minggu ke-2, aktifi- tas antimikroba bumbu rawon semakin menurun, tetapi sete- lah penyimpanan lebih dari 2 minggu sampai penyimpanan minggu ke-4, aktifitas antimikroba bumbu rawon semakin meningkat sejalan dengan lamanya pemanasan. Dari ketiga jenis bakteri yang diuji, V. cholerae merupakan bakteri yang paling sensitif terhadap zat anti-mikroba bumbu rawon, sedangkan bakteri yang paling tahan adalah E. coli.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143165
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository