| dc.description.abstract | Penggunaan antioksidan sintetik untuk mencegah kerusakan bahan pangan berlemak banyak menimbulkan kekhawatiran akan efek sampingnya. Penggunaan senyawa alami mempunyai kelebihan karena kemungkinan lebih aman untuk dikonsumsí. Sumber antioksidan alami yang banyak diteliti adalah rempah-rempah, sedangkan bahan alami lainnya selain rempah-rempah yang telah diketahui mengandung aktivitas antioksi- dan adalah daun sirih.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari cara ekstraksi, isolasi dan pengujian aktivitas antioksidan daun sirih. Bahan mentah yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun sirih hijau kering beku dan daun sirih kuning kering beku.
Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama penelitian ini antioksidan dari daun sirih diekstraksi dengan etanol setelah sebelumnya tepung daun sirih kering beku dilakukan penghilangan bau dengan
destilasi uap dan ekstraksi soxhlet. Ekstrak antioksidan yang diperoleh
dilakukan pengukuran aktivitas antioksidasinya dan dianalisis total fenolnya.
Rendemen ekstrak antioksidan dari daun sirih tertinggi diperoleh pada daun sirih hijau yang sebelumnya dilakukan penghilangan bau dengan destilasi uap (9.75%). Sedangkan untuk daun sirih kuning destilasi uap, sirih hijau soxhlet dan sirih kuning soxhlet masing-masing mempunyai rendemen 8.03%, 7.14% dan 6.70%.
Ekstrak yang didapat umumnya berwarna hijau pekat untuk antioksidan sebelum difraksinasi, dan berwarna hijau, kuning hingga hijau pekat untuk fraksi polar dan non polar.
Penghilangan bau dengan ekstraksi soxhlet selama 26 jam lebih efektif dalam menghilangkan bau daripada dengan destilasi uap selama 3 hingga 4 jam. ... | id |