| dc.description.abstract | Kangkung merupakan salah satu sayuran hijau yang mengandung karoten provitamin A, meskipun tergolong tidak tinggi, tetapi penting artinya bagi masyarakat karena harganya murah dan mudah didapatkan secara lokal.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode in vivo dengan menggunakan tikus putih jenis Wistar. Pada penelitian pendahuluan dilakukan 1) persiapan ransum untuk menentukan jenis bahan pangan yang akan digunakan dalam menyusun ransum tikus dan menentukan komposisi ransum agar sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan; 2) persiapan kangkung olahan bertujuan untuk mengetahui kondisi pemasakan sayur yang dapat meminimumkan kerusakan selama penyimpanan; 3) melakukan analisa beta-karoten dan proksimat untuk menentukan kandungan beta-karoten dan komponen gizi yang terdapat dalam kang- kung yang digunakan dalan penelitian; 4) persiapan hewan percobaan; 5) pembedahan tikus dan 6) ekstraksi retinol hati dan plasma. Sedangkan pada penelitian utama, tikus- tikus percobaan dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol negatif, kelompok standar, kelompok perlakuan kangkung rebus, kelompok perlakuan kangkung tumis dan kelompok kontrol positif (kelompok vitamin A sintetik). Kelompok tikus tersebut mengalami masa deplesi untuk menurunkan penumpukan retinol di hati selama 15. minggu kecuali pada kelompok standar dan masa replesi untuk mengetahui besarnya penumpukan retinol yang berasal
dari sayur dan vitamin A selama 14 hari. Dari hasil penelitian pendahuluan didapatkan jenis dan komposisi bahan pangan yang digunakan untuk menyusun ransum tikus antara lain susu skim (300 g), tepung putih telur (80 g) sebagai sumber protein; gula halus (100 g), tepung tapioka (250 g), dan terigu (150 g) sebagai sumber karbohidrat; minyak kedelai (25 g) sebagai sumber lemak; bagase tebu (30 g) sebagai sumber serat; vitamin (5 g) dan mineral (60 g). ... | id |