Show simple item record

dc.contributor.advisorWidjaja, Moch.Chandra
dc.contributor.advisorKadarisman, Darwin
dc.contributor.authorFebrinda, Andi Early
dc.date.accessioned2024-03-21T07:51:57Z
dc.date.available2024-03-21T07:51:57Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142854
dc.description.abstractKadar air merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kua- litas madu karena mempunyai pengaruh terhadap masa simpannya. Jika madu memiliki kadar air yang tinggi maka akan sangat mudah mengalami fermentasi. Kelembaban udara relatif yang tinggi di Indonesia menyebab- kan madu-madu yang dihasilkan juga memiliki kadar air yang tinggi. Untuk itu perlu dilakukan upaya penurunan kadar air. Proses pemanasan memang dapat menurunkan kadar air madu, na- mun proses ini sangat tidak dianjurkan karena akan menurunkan mutu madu akibat kenaikan kandungan HMF, kerusakan enzim diastase dan juga hilangnya aroma madu. Penggunaan vacuum dehidrator dapat memperke- cil kenaikan HMF namun hasilnya masih belum memuaskan karena tetap terjadi kehilangan komponen aroma yang menyebabkan aroma madu ber- bada dengan aslinya. Penelitian ini bertujuan mempelajari penurunan kadar air madu de- ngan menggunakan "dehumidifier" serta melihat pengaruh penggunaan "dehumidifier" terhadap kualitas madu...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh penurunan kadar air dengan menggunakan "Dehumidifier" terhadap mutu madu yang dihasilkanid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record