Show simple item record

dc.contributor.advisorFardiaz, Srikandi
dc.contributor.advisorJenie, B. Sri Laksmi
dc.contributor.authorLestari, Rita Puji
dc.date.accessioned2024-03-21T02:30:46Z
dc.date.available2024-03-21T02:30:46Z
dc.date.issued1996
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142711
dc.description.abstractPigmen angkak merupakan pigmen alami yang diproduksi oleh Monascus purpureus. Pigmen merah ini telah banyak digunakan sebagai zat pewarna makanan dan minuman di negara-negara Asia seperti Cina, Jepang, Taiwan, Filipina dan Indonesia. Pigmen angkak diproduksi melalui fermentasi media cair dengan menggunakan limbah cair tapioka. Sumber karbon dan nitrogen berasal dari ampas tapioka sebanyak 2 persen dan amonium nitrat sebanyak 0,15 persen. Fermentasi dilakukan dengan menggunakan inkubator bergoyang pada suhu 30°C selama 9 hari. Angkak hasil fermentasi ini diolah lebih lanjut menjadi pekatan pigmen. Untuk meningkatkan kestabilan pigmen dilakukan penambahan asam p-amino benzoat. Pada penelitian ini daging sapi ditambah pigmen angkak dengan konsentrasi 3 g/kg daging. Untuk mengetahui kestabilan pigmen selama pemasakan, daging tersebut dimasak dengan cara perebusan, pengukusan, pemanggangan, dan pemasakan dengan menggunakan oven gelombang mikro. Selanjutnya untuk mengetahui stabilitas pigmen selama penyimpanan, daging yang telah dimasak dikemas dengan cara pengemasan tidak vakum dan pengemasan vakum,...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh metode pemasakan dan penyimpanan daging terhadap stabilitas warna pigmen angkakid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record