| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data dasar tentang tanda-tanda kesegaran, kriteria kerusakan dan umur simpan salak pondoh pada kondisi lapangan. Dari hasil penelitian ini diharap- kan dapat dikembangkan cara-cara penanganan segar untuk memperluas pemasaran salak pondoh.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap, pertama pengamatan lapangan tentang cara pemanenan dan penanganan salak pondoh di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kedua percobaan penyimpanan salak pondoh dalam kemasan seperti yang biasa dilakukan di lapangan.
Pemanenan salak pondoh di Kabupaten Sleman, Yogyakarta umumnya dilakukan pada saat buah salak berumur 5.5 bulan sampai 6 bulan dalam bentuk tandan buah salak berukuran sekitar 1 kg/tandan.
Petani membagi salak pondoh dalam dua kelas mutu berdasar- kan ukuran buah salak pondoh, yaitu salak pondoh super dan salak pondoh biasa, sedangkan pedagang membagi salak pondoh super menjadi salak kelas A dan kelas B, serta salak pondoh biasa digolong- kan dalam kelas C.
Kerusakan pasca panen yang umumnya terjadi pada buah salak
adalah terdapatnya luka pada bagian ujung buah, kulit buah terkelupas,
sedangkan selama penyimpanan terbentu warna coklat pada pangkal
buah, daging buah melunak, aroma salak berbau alkohol dan terdapat... | id |