Show simple item record

dc.contributor.advisorKarsin, Emi
dc.contributor.advisorHartoyo
dc.contributor.authorArtati
dc.date.accessioned2024-03-19T01:15:25Z
dc.date.available2024-03-19T01:15:25Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142207
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola penya- pihan dan pengaruhnya terhadap status gizi anak balita di dua wilayah (Pedesaan dan Desa Kota) dan melihat perbeda- annya di dua wilayah tersebut. Sebagai contoh penelitian diambil masing-masing 30 keluarga yang mempunyai anak ba- lita yang telah disapih di dua wilayah tersebut, sehingga seluruhnya ada 60 keluarga contoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur penyapihan di pedesaan lebih lama daripada umur. penyapihan di desa kota. Rata-rata umur penyapihan di pedesaan 24,9 bulan dan desa kota 19,1 bulan. Penyapihan anak dilakukan antara lain karena kehamilan ibu dan sengaja dilakukan karena anak su dah besar/kebiasaan. Di kedua wilayah ini, terdapat be- berapa anak balita yang telah diberi makanan lumat sebagai makanan tambahan pada usia dini yaitu antara O 3 bulan. Jenis makanan lumat yang diberikan yaitu makanan tradisio- nal (pisang ambon yang dilumatkan/dihaluskan, bubur tepung, biskuit lunak, bubur nasi, tim saring) dan makanan formula (SUN, Promina). Di kedua wilayah ini makanan anak balita setelah disapih berupa nasi, lauk-pauk, sayur-sayuran dan kadang-kadang dengan buah-buahan. Ibu mempunyai peranan dalam pemberian makan anak balita. Konsumsi energi anak balita yang telah disapih di kedua wilayah ini masih dibawah angka kecukupan yang dianjurkan, tetapi konsumsi protein telah memenuhi angka ke- cukupan yang dianjurkan. Terdapat perbedaan yang nyata antara status gizi anak dikedua wilayah ini. Rata-rata status gizi anak balita di Desa Kota lebih baik daripada di Pedesaan (masing-masing 99,78 persen di Desa Kota dab 92,49 persen di Pedesaan). Rata-rata skor pengetahuan gizi ibu di Desa Kota relatif lebih baik dibandingkan dengan pengetahuan gizi ibu- ibu di Pedesaan. Demikian pula dengan konsumsi energi dan protein anak balita di kedua wilayah ini terdapat perbedaan. Rata-rata konsumsi energi dan protein anak balita di Pedesaan lebih kecil daripada rata-rata konsumsi energi dan protein anak balita di Desa Kota (masing-masing. 838 Kal, 26,3 gr di Pedesaan dan 1.134 Kal, 34,0 gr di Desa Kota)…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPola penyimpanan dan status gizi anak balita di wilaya perdesaan dan desa kotaid
dc.titlePola penyimpanan dan status gizi anak balita di wilaya perdesaan dan desa kotaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record