Evaluasi Penerimaan dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) Remaja Putri di Kota Bogor
Abstract
Anemia menjadi salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Data Riskesdas
2018 menunjukkan kejadian anemia sekitar 32% pada kelompok usia remaja 15 –
24 tahun. Suplementasi zat besi menjadi salah satu upaya pemerintah dalam
mengatasi anemia remaja. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerimaan dan
kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di Kota Bogor. Desain
penelitian merupakan cross-sectional study yang dilakukan di tiga sekolah dengan
total subjek sebanyak 341 siswi. Subjek dipilih berdasarkan simple random
sampling. Data kepatuhan, penerimaan, dukungan orang tua dan dukungan guru
dikumpulkan melalui pengisian kuisioner secara mandiri oleh siswi. Uji hubungan
kepatuhan konsumsi TTD dengan dukungan guru serta tingkat kepatuhan TTD
dengan dukungan orang tua menggunakan chi-square. Hasil penelitian menemukan
bahwa siswi menerima 4 tablet per bulan sebesar 83%, siswi yang menerima kurang
dari 4 tablet per bulan sebesar 5,9% dan siswi yang tidak menerima tablet tambah
darah sama sekali sebesar 11,1%. Sebanyak 39% siswi tidak patuh konsumsi TTD
dan sebanyak 31,4% siswi tidak sama sekali konsumsi TTD. Sebagian besar siswi
kurang mendapat dukungan guru dan dukungan orang tua terhadap konsumsi TTD.
Dukungan guru dan dukungan orang tua memiliki hubungan yang signifikan
terhadap konsumsi TTD siswi (p<0,05)
Collections
- UT - Nutrition Science [3184]
