Show simple item record

dc.contributor.advisorYasni, Sedarnawati
dc.contributor.advisorSulaksono, Edhie
dc.contributor.authorIsnadiyah, Husna
dc.date.accessioned2024-02-27T07:31:55Z
dc.date.available2024-02-27T07:31:55Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140190
dc.description.abstractBergesernya pola konsumsi pangan dari produk-produk tradisional ke produk berlemak tinggi, kurang kandungan serat, dan meningkatnya kecenderungan masyarakat yang menyukai berbagai minuman soft drink akan menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif. Oleh karena itu perlu diupayakan pengaturan pola konsumsi pangan dan agar masyarakat memanfaatkan buah dan sayur untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Kandungan vitamin, mineral dan serat yang cukup tinggi berguna untuk pencegahan dan penanggulangan berbagai penyakit degeneratif. Minuman sari buah/ sayur merupakan produk alternatif yang dapat dipilih karena mempunyai berbagai kelebihan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pembuatan minuman sari wortel dengan campuran sari jeruk lemon dan madu, mencari formulasi terbaik dan mengamati perubahan mutu selama penyimpanan serta melihat pengaruh minuman tersebut terhadap kadar kolesterol, trigliserida dan HDL darah tikus percobaan. Penelitian dibagi menjadi 2 tahap yaitu pengolahan dan penyimpanan minuman serta pengujian aktivitas hipokolesterolemia. Pada tahap pertama diawali dengan analisis proksimat bahan dengan hasil sebagai berikut wortel mempunyai kadar dietary fiber 24.38% bk, serat 0.90%, total karoten 7.7349 mg/100 g sampel, sedangkan jeruk lemon mengandung vitamin C 19.8045 mg asam askorbat/100 g sampel. Hasil uji organoleptik terhadap 4 formulasi minuman diperoleh bahwa minuman dengan komposisi sari wortel sari jeruk lemon madu = 30: 5: 4 disukai oleh konsumen disamping mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Pengamatan terhadap mutu minuman menunjukkan bahwa selama penyimpanan terjadi perubahan nilai pH, dimana pada awal penyimpanan terjadi kenaikan nilai pH, sesudah itu turun dan pada akhir penyimpanan naik lagi. Hal ini seiring dengan semakin rendahnya nilai total asam tertitrasi yang berarti keasaman bahan makin rendah. Total padatan terlarut meningkat pada awal penyimpanan dan pada akhirnya konstan. Jumlah mikroba total selama penyimpanan sangat sedikit (kurang dari 30), sedangkan nilai kestabilan meningkat dan dengan lamanya penyimpanan akan menurun dan konstan. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKajian pembuatan minuman kesehatan sari wortel dan pengaruhnya terhadap kadar kolesterol, trigliserida, HDL. darah dan hati tikus Sprague Dawleyid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record