Pengaruh penambahan beeswax terhadap karakteristik edible film berbasis bungkil kedelai metilselulosa dengan plasticizer sorbitol
Abstract
Adanya kemasan yang tidak dapat didaur ulang oleh lingkungan sering menjadi masalah. Edible film sebagai salah satu jenis kemasan sangat potensial untuk menggantikan kemasan nonbiodegradable untuk keperluan tertentu. Supaya dapat menggantikan kemasan yang selama ini sering digunakan maka edible film harus mempunyai karakteristik yang sama atau lebih baik daripada kemasan yang selama ini digunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan beeswax terhadap edible film berbasis protein bungkil kedelai -metilselulosa dengan plasticizer sorbitol. Penambahan beeswax diharapkan dapat menurunkan transmisi uap air edible film.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi bungkil kedelai, metilselulosa dan beeswax. Bungkil kedelai diperoleh dari PT Indofeed Bogor, sedangkan beeswax didapat dari peternak lebah di Jampang tengah, Sukabumi.
Pembuatan edible film dari bungkil kedelai didahului dengan mengekstrak protein dari bungkil kedelai dalam bentuk susu bungkil kedelai. Selanjutnya susu bungkil didenaturasi dengan etanol dengan perbandingan 1:1. Sementara itu metilselulosa dilarutkan dalam 2 bagian etanol dan 1 bagian air destilata. Larutan dipanaskan pada suhu 85°C selama 15 menit.
Metilselulosa yang telah tergelatinisasi dicampur dengan susu bungkil kedelai dan ditambah 0.25% sorbitol lalu pada suhu 70°C ditambahkan beeswax (0.1%, 0.3% dan 0.5%). Campuran bahan mengalami penghilangan gas lalu dituang dan diratakan di atas kaca berukuran 20 cm x 20cm x 2mm. Bahan lalu dikeringkan pada suhu 75°C selama 3.5-4 jam. Film yang terbentuk diangkat dari kaca lalu dibungkus dengan alufo dan plastik berkelim. Untuk penyimpanan digunakan desikator. ...
