Show simple item record

dc.contributor.advisorKarsin, Emmy
dc.contributor.advisorHartati, Yekti
dc.contributor.authorSusanti, Movarina
dc.date.accessioned2024-02-26T04:15:17Z
dc.date.available2024-02-26T04:15:17Z
dc.date.issued1990
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139927
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari latar belakang Pengguna Posyandu dalam hubungannya dengan ke- giatan Pemberian Makanan Tambahan yang berpengaruh terhadap status gizi. Data yang digunakan adalah data primer dan data se- kunder. Contoh yang diteliti adalah 69 Pengguna Posyandu yang aktif ke Posyandu sejak tiga bulan terakhir sebelum penelitian, mempunyai anak Batita (Di bawah Tiga Tahun) yang berumur 4 - 36 bulan, dan membawa sendiri anak batitarnya ke Posyandu. Selain Pengguna juga diobservasi 12 orang Kader Posyandu. Data primer yang dikumpulkan meliputi identitas Pengguna/Kader, pendapatan, status gizi anak Batita, pengetahuan PMT oleh Pengguna/Kader, pengeta- huan gizi oleh Pengguna/Kader, kebiasaan makan, kebiasaan jajan, riwayat ASI, Pola PMT, pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan kesehatan lingkungan (keadaan ru- mah dan lingkungan rumah). Data primer dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan dan observasi. Data sekunder berupa laporan dari tiap-tiap Posyandu, potensi tiap-tiap kelurahan dan catatan-catatan dari instansi-instansi yang terkait. Uji Korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengetahui hubungan antara ciri-ciri sosial ekonomi Pengguna dengan pengetahuan PMT dan pengetahuan gizi yang dimilikinya. Uji Regresi Berganda digunakan untuk mengetahui hubungan antara ciri-ciri sosial ekonomi, pengetahuan PMT dan pengetahuan gizi yang dimiliki Pengguna dengan status gi- zi anak Batita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengguna yang mempunyai pengetahuan PMT yang tergolong baik sebanyak 8 orang (11,6%), cukup 54 orang (78,3%), dan kurang sebanyak 7 orang (10,1%). Pengguna yang mempunyai pengetahuan gizi yang tergolong baik sebanyak 14 orang (20,3%), cukup 42 orang (60,9%), dan kurang sebanyak 13 orang (18,8%). Dari bulan September ke bulan Oktober terjadi peningkatan anak Batita dengan status gizi baik sebesar 2 orang (2,8%), dan terjadi penurunan anak Batita dengan status gizi kurang sebesar 2 orang (2,8%). Kemungkinan hal ini disebabkan hampir 90,0 persen anak Batita telah melaksanakan imunisa- si. Berdasarkan hasil uji Korelasi Rank Spearman pada ta- raf nyata lima persen ternyata tingkat pendidikan formal,..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKeragaan kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) oleh pengguna posyandu di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timurid
dc.titleKeragaan kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) oleh pengguna posyandu di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timurid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record