Show simple item record

dc.contributor.advisorZakaria, Fransiska Rungkat
dc.contributor.authorRialdi, Ahmad
dc.date.accessioned2024-02-15T03:54:37Z
dc.date.available2024-02-15T03:54:37Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138651
dc.description.abstractDi Indonesia jahe umumnya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan pembuat jamu, acar, manisan kering, dan lain-lain. Karena dapat memberikan efek rasa panas pada perut dan dapat menghangatkan badan, maka jahe digunakan juga dalam berbagai minuman yang dikenal di Indonesia seperti bandrek, sekoteng, dan sirop/sari jahe. Dalam kehidupan sehari-hari, jahe diyakini mempunyai khasiat sebagai obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti influenza, masuk angin, batuk. reumatik dan diare. Jahe juga dapat digunakan untuk menghangatkan badan, obat penambah nafsu makan, memperkuat lambung dan memperbaiki pencernaan. Khasiat jahe yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit dimungkinkan karena jahe dapat meningkatkan daya tahan tubuh melalui stimulasi respon immunologik dan bersifat sebagai antioksidan juga. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsumsi minuman sari jahe terhadap sistem hematologi seperti kadar hematokrit, hemoglobin, Mean Corpuscular Haemoglobin Concentration (MCHC), total sel darah putih, limfosit & monosit, dan platelet. Dalam penelitian ini dipelajari pembuatan ekstrak jahe, pembuatan minuman sari jahe yang siap dikonsumsi, penentuan total fenol dan analisa proksimat terhadap jahe segar dan ekstrak jahe. Analisa proksimat terhadap jahe segar dan ekstrak jahe meliputi analisa kadar air, kadar abu, kadar oleoresin, kadar minyak atsiri, total fenol. dan kadar protein. Selanjutnya ekstrak yang disiapkan digunakan untuk intervensi terhadap 12 responden dengan minuman sari jahe. Setiap responden mengkonsumsi minuman jahe sebanyak 200 ml setiap hari selama 30 hari. Minuman sari jahe dibuat dengan mencampur air masak, larutan gula pasir, dan ekstrak jahe dengan perbandingan 10:11:4 (v/v). Larutan gula dibuat dengan mencampurkan gula pasir dan air dengan perbandingan 7:11 (w/v). Ekstrak jahe yang digunakan adalah hasil hancuran jahe dan air dengan perbandingan 1:2 (w/v). Sebelum dan setelah intervensi subyek diambil darahnya sebanyak 50 ml dengan menggunakan syringe disposable oleh perawat di klinik Caritas Bogor. Sebelum intervensi terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter untuk memilih responden yang sehat. Sebagai kontrol atau pembanding juga dilakukan pengambilan darah terhadap 12 orang responden yang tidak mengkonsumsi sari jahe (kelompok kontrol). Dua mililiter dari darah dianalisa profil hematologinya dengan menggunakan kit (paket analisis) QBC Venous Blood Pack Test. Setelah itu dilihat perbedaan kondisi responden sebelum dan sesudah intervensi dengan menggunakan analisis statistik yaitu uji t. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStudi beberapa parameter hematologi dalam kaiitan dengan konsumsi sari jahe (Zingiber officinale roscoe) : Studi kasus pada mahasiswa di pesantren Ulil Albaab Kedung Badak Kabupaten Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record