Pengaruh cara ekstraksi dan penambahan pektin komersial terhadap mutu jelly jeruk nipis (citrus auratifolia)
Abstract
oles adalah pada perlakuan dengan cara diperas dan penambahan pektin komersial 0,5%, pada perlakuan dengan cara diblender dan penambahan pektin komersial 1% dan 2%. Sedangkan kesukaan panelis terhadap aroma tidak berbeda nyata (c>0,05).
Kandungan vitamin C jelly jeruk nipis berkisar antara 2,122,21 mg/100 g, kadar pektin jelly jeruk nipis berkisar antara 1,232,03%, kadar air jelly jeruk nipis berkisar antara 31,75 32,91 %, kadar abu jelly jeruk nipis berkisar antara 0,022 0,024 %, kadar kalsium jelly jeruk nipis berkisar antara 11,72 11,91 mg/100 g, pH jelly jeruk nipis berkisar antara 3,6 3,7, total asam jelly jeruk nipis berkisar antara 61,47 72,86 ml NaOH 0,1 N, dan total gula (total padatan terlarut) berkisar antara 67-68%.
Kandungan vitamin C, kadar kalsium dan pH jelly jeruk nipis dengan perlakuan cara ektraksi dan penambahan pektin komersial tidak berbeda nyata (>0,05). Sedangkan kadar pektin, kadar air, kadar abu, total asam dan total gula (total padatan terlarut) jelly jeruk nipis berbeda nyata (oc≤ 0,05). Kadar pektin dan kadar air jelly jeruk nipis terpilih yang berbeda adalah pada perlakuan diperas dan diblender dengan penambahan pektin komersial 1% dan 1,5%. Kadar abu jelly jeruk nipis terpilih yang berbeda adalah pada perlakuan diperas dan penambahan pektin komersial 1%. Total asam jelly jeruk nipis terpilih yang berbeda adalah pada perlakuan diperas dan penambahan pektin komersial 1% dan 1,5%. Total gula (total padatan terlarut) jelly jeruk nipis terpilih yang berbeda adalah pada perlakuan diblender dan penambahan pektin komersial 1%.
Collections
- UT - Nutrition Science [3184]
