Show simple item record

dc.contributor.advisorHardinsyah
dc.contributor.authorUtami, Nur Handayani
dc.date.accessioned2024-02-12T02:32:47Z
dc.date.available2024-02-12T02:32:47Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138101
dc.description.abstractTujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui keluhan-keluhan menstruasi pada remaja serta hubungannya dengan status gizi dan konsumsi pangan. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usia awal menstruasi, lama menstruasi, keteraturan dan lama siklus menstruasi, mengetahui jenis keluhan menstruasi dan upaya penanggulangannya serta menganalisa hubungan status gizi dan skor konsumsi pangan dengan skor keluhan menstruasi. Desain penelitian ini yaitu Cross Sectional Study yang dilaksanakan di SMUN 1 Bogor, SMUN 1 Ciampea dan SMUN 81 Jakarta. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2002. Contoh dalam penelitian ini adalah siswi yang duduk di kelas I dan II di masing-masing sekolah. Pemilihan kelas dilakukan secara purposive, satu kelas I dan dua kelas II dari sejumlah kelas I dan II yang ada didasarkan atas persetujuan dari pihak sekolah. Jumlah contoh dalam penelitian ini yaitu 168. Data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan Food frequency questionaire meliputi karakteristik contoh, usia awal menstruasi, lama menstruasi, keteraturan dan lama siklus mentruasi, keluhan menjelang dan saat menstruasi, upaya yang dilakukan untuk mengatasi keluhan menstruasi dan frekuensi konsumsi pangan contoh. Pengukuran status gizi dilakukan dengan metode antropometri melalui perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Data sekunder diperoleh dari Daftar Komposisi Bahan Makanan Indonesia, ASEAN, India, Malaysia, dan Amerika. Meliputi makanan dan minuman yang mengandung zat-zat gizi (asam lemak esensial (linoleat (06) dan linolenat (03)), vitamin (A, B1, B2, B3, B6, B12, C dan E) serta mineral (Fe, Mg, Ca, Cr dan Zn). Skor konsumsi zat gizi berkisar antara 0 sampai 90 didasarkan atas frekuensi makan contoh selama sebulan. Sedangkan skor frekuensi konsumsi total merupakan total frekuensi konsumsi pangan contoh pada makanan atau minuman sumber zat gizi dalan kuesioner. Skor keluhan menstruasi berkisar antara 0 sampai 21, didasarkan atas tingkat keparahan keluhan menstruasi. Sedangkan skor keluhan menstruasi total berkisar antara 0 sampai 42. Data diolah secara deskriptif dan analitik dengan menggunakan program komputer SPSS 10.0 for windows. Hubungan antara status gizi dan skor konsumsi besi dengan skor keluhan menstruasi diolah dengan menggunakan tabulasi silang dan selanjutnya dianalisa hubungannya dengan menggunakan korelasi Spearman. Hubungan antara skor frekuensi konsumsi total dan skor konsumsi zat gizi dengan skor keluhan menstruasi dianalisa dengan menggunakan korelasi Spearman.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcNutritionid
dc.titleHubungan gizi dengan keluhan menstruasi pada remajaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordstatus giziid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record