Show simple item record

dc.contributor.advisorMuchtadi, Deddy
dc.contributor.authorLusivera, Romi
dc.date.accessioned2024-02-12T01:56:55Z
dc.date.available2024-02-12T01:56:55Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138051
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemasakan rumah tangga pada sayur-sayuran daun singkong (Manihot esculenta Crantz), bayam (Amaranthus tricolor L.), labu siam (Sechium edule (Jacq) Swartz), tauge kacang hijau (Phaseolus radiata L.), wortel (Daucus carota L.) dan kangkung (Ipomea reptans Forsk) terhadap kandungan antioksidan alami dalam sayuran tersebut. Proses pemasakan masing-masing sayuran dilakukan pada suhu dan waktu yang berbeda. Pedoman yang digunakan adalah masaknya sayuran secara wajar dan umum diterima masyarakat. Beberapa macam sayuran yang dianalisa serta bentuk pengolahannya adalah daun singkong (gulai tanpa daging), bayam (sayur bening + daging), labu siam (tumis dan sayur lodeh), tauge kacang hijau (tumis + tahu), wortel (sop) dan kangkung (tumis dan sayur bening + daging). Kandungan antioksidan alami yang dianalisa pada penelitian ini adalah: asam askorbat (AOAC, 1984), total fenol (Hammerchmidt dan Pratt, 1978) serta alfa tokoferol dan beta karoten (Parker yang dimodifikasi, 1992). Analisa datanya berdasarkan uji t (Steel dan Torrie, 1993). Kandungan alfa tokoferol sayuran mentah berbeda sesuai dengan jenis sayurannya. Kandungan alfa tokoferol pada daun singkong, bayam, labu siam, tauge kacang hijau, wortel dan kangkung berurutan adalah 87,29 µg/g bk, 82,72 µg/g bk, 23,23 µg/g bk, 132,62 µg/g bk, 73,02 µg/g bk dan 150,98 µg/g bk. Besarnya penurunan kandungan alfa tokoferol pada sayuran setelah dimasak adalah sebagai berikut: daun singkong gulai (19,10%), sayur bening bayam (9,91 %), labu siam tumis (9,51 %), labu siam lodeh (26,71%), tauge kacang hijau tumis (35,47%), wortel sop sayur (40,29%), kangkung tumis (84,23%) dan kangkung sayur bening (71,67%). Dari hasil analisa kandungan asam askorbat pada sayuran mentah terdapat variasi tergantung jenis sayuran. Kandungan asam askorbat daun singkong, bayam, labu siam, tauge kacang hijau, wortel dan kangkung berurutan adalah 2,41 mg/g bk, 1,14 mg/g bk, 1,46 mg/g bk, 1,58 mg/g bk, 0,47 mg/g bk dan 0,39 mg/g bk. Besarnya penurunan kandungan asam askorbat pada sayuran setelah dimasak adalah sebagai berikut: daun singkong gulai (79,67%), sayur bening bayam (70,18%), labu siam tumis (53,42 %), labu siam lodeh (35,62 %), tauge kacang hijau tumis (90,51 %), wortel sop sayur (51,06%), kangkung tumis (76,92%) dan kangkung sayur bening (16,38). Rata-rata kandungan total fenol analisa sayuran mentah pada daun singkong, bayam, labu siam, tauge kacang hijau, wortel dan kangkung berurutan adalah 3,63 mg/g bk, 2,75 mg/g bk, 0,14 mg/g bk, 0,5 mg/g bk, 0,20 mg/g bk, dan 0,84 mg/g bk. Besarnya penurunan total fenol pada sayuran setelah dimasak adalah sebagai berikut: daun singkong gulai (77,13 %), sayur bening bayam (46,91 %), tauge kacang hijau (36%), wortel sop sayur (15%) dan kangkung tumis (23,81%). Dan tidak terjadi perubahan pada labu siam tumis, labu siam lodeh dan sayur bening kangkung.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleMempelajari pengaruh pemasakan rumah tangga terhadap kandungan antioksidan alami beberaoa jenis sayuranid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record