Show simple item record

dc.contributor.advisorSuliantari
dc.contributor.authorMaulinawati, Lina
dc.date.accessioned2024-01-31T01:41:10Z
dc.date.available2024-01-31T01:41:10Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136789
dc.description.abstractPT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk Ancol, Jakarta memproduksi mie instant yang salah satunya dikemas dalam kemasan mangkuk, lazim dikenal sebagai cup noodle. Produk ini berbeda dengan mie instant biasa karena sangat praktis dan efisien untuk dikonsumsi, hanya dengan diseduh dengan air panas langsung di dalam kemasannya. Proses produksinya dimulai dari bahan baku, pembuatan mie sampai penggudangan produk jadi. Bahan yang dipergunakan terdiri dari tepung terigu, air dan beberapa jenis bahan tambahan mineral seperti misalnya natrium, kalium, dan ferro fumarat, dengan bahan baku penunjang berupa minyak goreng, seasoning dan pengemas. Proses pembuatannya dimulai dari pencampuran dan pengadukan (mixing) antara tepung terigu dan bahan tambahan lain sehingga membentuk adonan yang homogen, selanjutnya adonan dibuat menjadi lembaran (pressing) dengan beberapa roll press dan dipotong menjadi untaian-untaian mie (slitting) dengan ketebalan tertentu. Sebelum masuk ke tunnel uap, untaian mie tersebut dibuat bergelombang dengan alat yang disebut waving conveyor. Setelah mie berbentuk gelombang dilakukan pengukusan (steaming) pada tunnel uap dengan sistem multistage' sehingga dicapai gelatinisasi pati yang sempurna. Proses yang membedakan dalam pembuatan mie instant biasa dengan cup noodle adalah proses emulsifying. Pemberian emulsi pada untaian mie agar tidak lengket dan terpisah satu sama lain sehingga pada saat dikonsumsi mie menjadi mudah terurai. Setelah diberi emulsi, dilakukan pemotongan (cutting) untaian mie untuk mendapatkan berat sesuai standar dan langsung menempatkannya pada mangkuk cetakan. Penggorengan (frying) dilakukan ntuk menyempurnakan penguapan air sehingga mie menjadi kering, matang dan awet. Kemudian mie panas tersebut didinginkan (cooling) dalam ruangan pendingin dengan sistem 'multistage' secara sempurna. Setelah mie ditempatkan dalam foam cup dan dilengkapi dengan bumbu, solid ingredients serta garpu, dilakukan proses penutupan cup (cup sealing). Terakhir, dilakukan pengemasan cup noodle (wrapping) tersebut melalui proses shrinkage. Selesai pengemasan secara primer dilanjutkan secara sekunder menggunakan kardus yang langsung ditutup rapat. Sebelum dikirim ke distributor, produk jadi disimpan dahulu didalam gudang. Pengawasan mutu proses produksi di perusahaan mengacu pada SOP (Standard Operation Procedure), SOM (Standard Operation Manual) dan SOP PM (SOP Preventive Maintenance) dalam menjamin terpenuhinya standar/persyaratan mutu yang ditetapkan. SOP dilakukan terutama oleh Departemen QC juga mencakup HACCP untuk menjamin keamanan produk yang dihasilkan. Pemeriksaan bahan baku dan bahan tambahan seperti emulsifier dilakukan pada saat barang tersebut datang dari suplier meliputi fisik, organoleptik dan kimia. Bahan tambahan pada produk cup noodle ini harus diperiksa kandungan lemaknya sebelum diterima oleh perusahaan. Pengujian kadar lemak emulsifier ini bisa dilakukan dengan metode Soxhlet melalui pre-treatment berupa pengeringan sampel pada oven 80°C selama 12 jam.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengawasan mutu proses produksi cup noodle di PT Indofood Sukses Makmur Tbk Ancol, Jakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record