View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Human Ecology
      • UT - Nutrition Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Human Ecology
      • UT - Nutrition Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Status gizi, pola pengasuhan dan sosialisasi anak balita pada keluarga tuna wisma

      Thumbnail
      View/Open
      full text (22.54Mb)
      Date
      1993
      Author
      Siregar, Micha CD
      Wirakusumah, Emma S.
      Ekayanti, Ikeu
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mempelajari status gizi, pola pengasuhan dan sosialisasi anak balita pada keluarga tunawisma. Penelitian dilaksa- nakan di Gang Tongkang, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen Jakarta pada bulan Oktober 1992. Data dikumpulkan dengan tehnik wawancara. Hubungan antar variabel dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi silang dan kemudian. dilakukan pengujian statistik dengan uji Khi kuadrat dan regresi (Siegel, 1988 dan Singarimbun, 1989). Tingkat pendidikan kepala keluarga adalah sebagai berikut sebagian besar (54%) hanya sampai Sekolah Dasar (SD). Demikian pula dengan para istri, sebagian besar (51%) hanya bersekolah SD. Pendapatan per kapita berkisar antara Rp 8000,00 sampai Rp 60.000,00 dengan rata- rata Rp 26.446,00. Keadaan perumahan dan lingkungan jauh dari syarat- syarat rumah yang sehat. Luas lantai hunian terlalu sempit yaitu berkisar antara 0.75-6m2 59 % tidak memiliki jendela, 90% tidak memiliki tempat sampah di rumah, dan saluran air pembuangan dipenuhi dengan sampah sehingga sering mengakibatkan banjir. Enam puluh sembilan persen anak balita pernah menderita sakit dalam satu bulan terakhir. Jenis penyakit yang paling sering diderita adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas (batuk dan pilek) dan diare. Sembilan puluh tujuh persen anak balita disusui oleh ibunya. Pemberian makanan tambahan umumnya terlalu cepat. Sebanyak 67 % anak balita diberi makanan tambahan sebelum berumur 2 bulan. Frekwensi makan anak umur 1-5 tahun tidak teratur, berkisar antara 1-3 kali sehari dan hanya dalam jumlah yang tidak memenuhi kecukupan energi dan zat gizi lainnya. Hal ini mungkin karena anak lebih menyukai makanan jajanan yang kurang bergizi seperti kue pancong, es mambo, permen, chiki dan agar.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136077
      Collections
      • UT - Nutrition Science [3184]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository