| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan defisiensi seng dengan KEP, prevalensi defisiensi seng pada balita, prevalensi KEP pada balita yang defisiensi seng dan non defisiensi seng serta tingkat konsumsi zat gizi balita.
Penelitian ini dilakukan di Desa Cibadak dan Ciampea, Kecamatan Ciampea serta Desa Cibunian dan Cibatok II, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Peneliltian ini dilaksanakan selama 5 bulan dari
Bulan Juli sampai November 1994. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer meliputi data identitas keluarga, pendidikan formal orang tua, pendapatan keluarga yang didekati dengan pengeluaran, jenis pekerjaan orang tua, BB, umur, riwayat kesehatan, riwayat konsumsi dan konsumsi pangan balita yang dikumpulkan dengan wawancara. Data seng serum contoh dilakukan dengan pengambilan darah contoh. Data sekunder meliputi potensi desa Cibadak, Ciampea, Cibunian dan Cibatok II. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan Chisquare, uji beda rata-rata dua kelompok, uji Anova.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, rata-rata seng serum contoh 67,37 µg/dl. Di Kecamatan Ciampea, rata-rata seng serum adalah 55,73 ± 7,98 µg/dl dan di Kecamatan Cibungbulang 78,99 ± 11,34 µg/dl. Rata-rata kadar seng serum pada laki-laki (56,10 µg/dl) lebih tinggi daripada perempuan (55,33 µg/dl). Kandungan seng serum < 65 µg/dl (defisiensi seng), 80% tinggal di Kecamatan Ciampea dan sisanya di Kecamatan Cibungbulang, sedangkan kandungan seng serum > 65 µg/dl, 93,33% tinggal di Kecamatan Cibungbulang dan sisanya di Kecamatan Ciampea. | id |