Show simple item record

dc.contributor.advisorWirakartakusumah, Moehammad Aman
dc.contributor.advisorPudjawati, Sri
dc.contributor.authorTireza, Yose
dc.date.accessioned2024-01-23T06:35:40Z
dc.date.available2024-01-23T06:35:40Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135707
dc.description.abstractProduk Knorr Bumbu Rasa Ayam merupakan salah satu produk unggulan PT. Unilever, Tbk. sebagai bumbu penyedap. Sejak PT. Knorr Narhmittel dibeli oleh Unilever tahun 2000, produksi dari brand ini merupakan yang tertinggi untuk golongan bumbu masak keseluruhan, akan tetapi walau angka produksi tinggi, diikuti pula dengan tingginya jumlah produk yang ditahan (block) karena cacat (defect) yaitu sebesar 24,02%. Hal ini disebabkan oleh rasa Ayam yang lemah, adanya gumpalan, dan rasa mentah pada produk. Hal ini berarti bahwa karakteristik kualitas rasa dan penarnpilan yang tidak rncrnenuhi standar. Sebagai salah satu perusahaan yang berorientasi mencapai zero defect, PT Unilever Tbk berkeinginan menurunkan jumlah produk yang di block yang dapat menyebabkan keterlambatan penjualan (delay) dan pengerjaan ulang (re-work). Pengerjaan ulang mcrupakan salah satu biaya kegagalan internal dalam unsur biaya kualitas dan salah satu Big Losses pada Total Productive Maintenance. Pengerjaan ulang juga merupakan kerugian pada tenaga kerja manusia, peralatan dan waktu. Untuk menurunkan defect ini maka diterapkan metode Quality Maintenance yang termasuk dalam 9 pilar Total Productive Maintenance (TPM). TPM merupakan sistem peningkatan kine1ja yang meliputi semua aspek, termasuk kualitas yang diterapkan oleh PT Unilever, Tbk. TPM bertujuan untuk rnernbentuk kultur perusahaan yang rnampu mencapai efisiensi maximum dari seluruh sistem produksi dan membentuk suasana kerja untuk mencapai Zero Accident, Zero Defect dan Zero Failure. Quality maintenance merupakan metode pemeliharaan peralatan dengan mengidentifikasi dan mengendalikan hubungan antara kualitas produk dan kerusakan serta kesalahan yang te1jadi pada 4M (Metode, Manusia, Material dan Mesin), dalam rangka mencegah te1jadinya kegagalan kualitas. Tools yang digunakan dalam metode Quality Maintenance ini antara lain brainstorming, fis!tbone diagram, why-why analisis, matrix diagram dan quality maintenance matrix. Dengan alat kerja ini diharapkan te1jadi penurunan signifikan jumlah produk yang di block karena operator sendiri dapat mengidentifikasi penyebab masalah yang rnuncul dan rnendapatkan penyelesaiannya. Solusi dari masalah ini yang didapat dari alat kerja ini antara lain, mernperbaiki panel pengatur kecepatan mesin mixer, memperbaiki timer mesin mixer, mernasang kernbali alat scrapper pada mesin mixer, pcnyediaan termometer dan ceret untuk operator rnesin mixer, mempertegas keharusan 111ei1imbang semua bahan baku dengan tirnbangan analitik, penyediaan steam supply yang cukup untuk mesin pengering, dan mempertegas keharusan untuk membersihkan filter pada mesin pengering.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAplikasi metode QM (quality maintenance) dalam usaha mencapai zero defect rasa dan penampilan produk knorr bumbu rasa ayam di PT. Unilever, Tbkid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record