| dc.description.abstract | Masalah gizi telah mulai diperhatikan sejak bayi, terutama setelah bayi membutuhkan makanan tambahan yaitu pada umur enam bulan sampai lima tahun. Air Susu Ibu (ASI) sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi terhadap zat-zat gizi untuk pertumbuhan dan kesehatannya sampai usia enam bulan, oleh karena itu bayi memerlukan makanan tambahan (MP ASI). Pada prinsipnya makanan tambahan untuk bayi adalah makanan yang kaya akan gizi, mudah dicerna, mudah disajikan, mudah menyimpannya, dan higienis. Makanan tambahan pada bayi dapat merupakan suatu makanan campuran, yaitu campuran dari beberapa bahan makanan dalam perbandingan tertentu agar diperoleh suatu produk dengan nilai gizi yang tinggi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu formula dan produk MP ASI yang bersifat fungsional dari bahan baku tepung kecambah kacang tunggak yang di elisitasi. Tepung kecambah merupakan sumber protein oleh karena itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bayi terhadap protein untuk proses pertumbuhannya.
Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap, yaitu (1) Pembuatan dan analisis kimia tepung kecambah dan bahan-bahan lain, (2) Formulasi dan pembuatan MP ASI (3) Analisis organoleptik, sifat fisik, kimia, fungsional dan mikrobiologi MP ASI dan (4) Penentuan serving size dan Angka Kecukupan Gizi.
Pembuatan tepung kecambah diawali dengan pengecambahan kacang tunggak selama 36 jam. Sebelum pengecambahan ada proses elisitasi yaitu tahap dimana kacang tunggak direndam selama 24 jam dengan natrium alginat 200 ppm. Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah senyawa fenol dengan adanya elisitor dimana dalam penelitian ini elisitor yang digunakan adalah natrium alginat. ... | id |