| dc.description.abstract | Biji kakao (Theobroma cacao L.) sebagai bahan baku utama dari produk coklat
mengandung senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Terdapat
beberapa faktor yang memengaruhi kapasitas antioksidan pada biji kakao,
diantaranya adalah jenis biji, asal daerah kultivasi dan proses fermentasi. Variasi
data yang menyebabkan belum adanya kesimpulan mengenai jenis biji, asal daerah
kultivasi dan proses fermentasi yang menghasilkan biji kakao dengan kapasitas
antioksidan paling baik merupakan alasan yang tepat untuk menjadikan metaanalisis sebagai metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini
bertujuan mengidentifikasi pengaruh proses fermentasi, jenis dan asal biji kakao
yang memiliki kapasitas antioksidan paling tinggi melalui metode meta-analisis.
Tahapan meta-analisis dalam penelitian ini dilakukan melalui delapan tahapan,
yaitu 1) perumusan pertanyaan penelitian, 2) penentuan kriteria inklusi, 3)
pencarian literatur yang sesuai, 4) penyeleksian literatur berdasarkan kualitas dan
kriteria yang telah ditentukan, 5) pembuatan database, 6) ekstraksi data, 7) analisis
statistik, dan 8) pelaporan interpretasi hasil meta-analisis. Pencarian dan
penyeleksian literatur dilakukan dengan mengacu pada metode PRISMA. Jenis biji
kakao, negara asal, waktu dan tipe fermentasi berpengaruh terhadap perubahan
kapasitas antioksidan biji kakao. Biji kakao jenis Forastero memiliki kapasitas
antioksidan yang paling tinggi berdasarkan uji ABTS. Negara Brazil menghasilkan
biji kakao dengan kapasitas antioksidan paling tinggi berdasarkan uji ABTS. Waktu
fermentasi 24-48 jam adalah batas waktu yang tepat untuk memberhentikan
fermentasi biji kakao apabila ingin mempertahankan kapasitas antioksidannya. Tipe
fermentasi spontan menghasilkan biji kakao dengan kapasitas antioksidan yang
lebih tinggi dari biji kakao yang difermentasi secara tidak spontan pada uji ABTS.
Pelaksanaan proses fermentasi yang disarankan untuk mempertahankan kapasitas | id |