Show simple item record

dc.contributor.advisorMuchatadi, Deddy
dc.contributor.authorSetyowati, Fitri;
dc.date.accessioned2023-11-15T07:46:36Z
dc.date.available2023-11-15T07:46:36Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132349
dc.description.abstractKelapa adalah salah satu tanaman yang masih mudah sekali dijumpai di Indonesia, tidak hanya di pedesaan tetapi juga di beberapa wilayah perkotaan. Sejak dahulu, manfaat kelapa sudah dikenal masyarakat bahkan kelapa disebut- sebut sebagai pohon kehidupan karena hampir seluruh bagian dari kelapa dapat dimanfaatkan oleh manusia. Selain fungsinya yang begitu banyak, kelapa disukai masyarakat karena rasanya terutama kelapa muda. Baik air maupun daging buah kelapa muda memiliki rasa dan aroma yang khas namun sayangnya kelezatan kelapa muda tidak bisa dinikmati setiap saat oleh setiap orang. Hal ini disebabkan oleh umur simpan kelapa muda yang sangat pendek dan sulitnya distribusi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperpanjang umur kelapa dan mempermudah distribusi adalah melalui proses pengeringan. Bahan pangan yang dikeringkan umumnya memiliki umur simpan yang lebih panjang dan lebih mudah ditangani. Ada beberapa jenis pengering salah satunya adalah spray drier. Bahan pangan yang dikeringkan dengan spray drier harus berupa larutan atau suspensi dan hasil akhirnya berupa serbuk. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengeringkan air kelapa dan daging buah kelapa muda dengan spray drier. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan antara air kelapa dan daging buah kelapa muda terhdap mutu serbuk kelapa selama penyimpanan. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui konsentrasi maltodekstrin dan aspartam terbaik. Hasil terpilih dari penelitian pendahuluan selanjutnya digunakan untuk penelitian utama. Pada penelitian utama dilakukan formulasi serbuk minuman dengan perlakuan air kelapa (tua dan muda) ditambah daging buah kelapa muda (15, 20, dan 25%). Pembuatan serbuk dilakukan dengan cara menghancurkan daging buah kelapa bersama air kelapa dengan blender lalu menambahkan maltodekstrin. Suspensi kemudian dihomogenkan lalu dikeringkan dengan spray dryer dengan suhu 154-158 °C untuk suhu masuk dan 60-65 °C untuk suhu keluar. Serbuk yang terbentuk kemudian ditambahkan aspartam dan gum arab lalu dikemas dan disimpan selama 2 bulan. Setiap bulan dilakukan uji organoleptik dengan cara dibuat minuman (konsentrasi 10%b/v) dan diuji parameter mutu lainnya seperti kadar air, total padatan terlarut, pH, total asam tertitrasi, aw, derajat putih, kadar kalium, kadar serat pangan, total mikroba, dan total kapang/khamir. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan dua kali ulangan. Data hasil percobaan dianalisa dengan analysis of variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcKelapa Cocos nucifera L.id
dc.titlePengaruh perbandingan antara air kelapa dan daging buah kelapa muda serta lama penyimpanan terhadap mutu serbuk minuman kelapa Cocos nucifera L.id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record