| dc.description.abstract | Kelapa adalah salah satu tanaman yang masih mudah sekali dijumpai di
Indonesia, tidak hanya di pedesaan tetapi juga di beberapa wilayah perkotaan.
Sejak dahulu, manfaat kelapa sudah dikenal masyarakat bahkan kelapa disebut-
sebut sebagai pohon kehidupan karena hampir seluruh bagian dari kelapa dapat
dimanfaatkan oleh manusia. Selain fungsinya yang begitu banyak, kelapa disukai
masyarakat karena rasanya terutama kelapa muda. Baik air maupun daging buah
kelapa muda memiliki rasa dan aroma yang khas namun sayangnya kelezatan
kelapa muda tidak bisa dinikmati setiap saat oleh setiap orang. Hal ini disebabkan
oleh umur simpan kelapa muda yang sangat pendek dan sulitnya distribusi. Salah
satu cara yang dapat dilakukan untuk memperpanjang umur kelapa dan
mempermudah distribusi adalah melalui proses pengeringan. Bahan pangan yang
dikeringkan umumnya memiliki umur simpan yang lebih panjang dan lebih
mudah ditangani. Ada beberapa jenis pengering salah satunya adalah spray drier.
Bahan pangan yang dikeringkan dengan spray drier harus berupa larutan atau
suspensi dan hasil akhirnya berupa serbuk.
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengeringkan air kelapa dan daging buah kelapa muda dengan spray drier. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan antara air kelapa dan daging buah kelapa muda terhdap mutu serbuk kelapa selama penyimpanan.
Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui konsentrasi maltodekstrin dan aspartam terbaik. Hasil terpilih dari penelitian pendahuluan selanjutnya digunakan untuk penelitian utama. Pada penelitian utama dilakukan formulasi serbuk minuman dengan perlakuan air kelapa (tua dan muda) ditambah daging buah kelapa muda (15, 20, dan 25%). Pembuatan serbuk dilakukan dengan cara menghancurkan daging buah kelapa bersama air kelapa dengan blender lalu menambahkan maltodekstrin. Suspensi kemudian dihomogenkan lalu dikeringkan dengan spray dryer dengan suhu 154-158 °C untuk suhu masuk dan 60-65 °C untuk suhu keluar. Serbuk yang terbentuk kemudian ditambahkan aspartam dan gum arab lalu dikemas dan disimpan selama 2 bulan. Setiap bulan dilakukan uji organoleptik dengan cara dibuat minuman (konsentrasi 10%b/v) dan diuji parameter mutu lainnya seperti kadar air, total padatan terlarut, pH, total asam tertitrasi, aw, derajat putih, kadar kalium, kadar serat pangan, total mikroba, dan total kapang/khamir. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan dua kali ulangan. Data hasil percobaan dianalisa dengan analysis of variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan. ... | id |