Show simple item record

dc.contributor.advisorFardiaz, Dedi
dc.contributor.authorWahyudi, Miranti
dc.date.accessioned2023-11-15T06:30:13Z
dc.date.available2023-11-15T06:30:13Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132292
dc.description.abstractFlavor alami pada roti terbentuk dari proses fermentasi dan pemanggangan. Komponen-komponen yang terbentuk pada saat fermentasi kebanyakan adalah komponen-komponen volatil yang hilang pada saat pemanggangan. Pada proses pemanggangan, flavor roti terbentuk lewat reaksi karamelisasi dan reaksi Maillard. Hasil reaksi Maillard antara prolin dan gula pereduksi menghasilkan senyawa 2-asetil-1-pirolin merupakan character impact compound dari aroma roti. Sumber prekursor potensial dalam pembentukan 2-asetil-1-pirolin diduga berasal dari kamir. Aplikasi flavor roti sintetis yang dibuat dengan mereaksikan prolin dan gliserin menghasilkan roti dengan aroma yang masih segar dalam waktu 3 hari dibandingkan dengan standar roti yang tidak menggunakan flavor roti sintetis. Pada aplikasi sweet flavor yang berbentuk cair, pada umumnya jenis pelarut tidak berpengaruh terhadap kerakteristik adonan. Flavor-flavor yang berbasis sitrus mengalami oksidasi senyawa-senyawa terpene sehingga perlu dilakukannya proses deterpenisasi jika hendak diaplikasikan pada produk roti. Flavor-flavor yang tergolong dalam berry fruits dan kacang-kacangan cencerung stabil dan tidak mengalami perubahan karakteristik. Flavor-flavor yang tergolong dalam brown flavor seperti kopi dan coklat sangat cocok untuk diaplikasikan pada produk roti.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural Universityid
dc.subject.ddcTeknologi Pertanianid
dc.subject.ddcTeknologi Panganid
dc.titleAplikasi flavor dalam adonan pada pembuatan roti di IFE-PT. Essence Indonesia, Jakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordRotiid
dc.subject.keywordFlavorid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record