| dc.description.abstract | Tanaman kubis (Brassica oleracea var. capitata) merupakan jenis sayuran yang tumbuh baik pada suhu 15°C-20°C di daerah antara 600-2000 mdpl. Iklim Indonesia terutama di daerah dataran tinggi sangat cocok bagi pertumbuhan kubis. Derah yang memproduksi kubis di Indonesia antara lain Kabupaten Karo, Cipanas, Lembang, Pengalengan, Wonosobo, Tawangmangu, Malang dan Manado.
Sejak tahun 1992 produksi kubis di Indonesia lebih dari satu juta ton per talin, Selain dimanfaatkan untuk konsumsi di dalam negeri baik segar maupun olahan, kubis Indonesia juga memasuki pasar ekspor. Namun demikian produksi kubis Indonesia jauh di atas jumlah konsumsi dan jumlah realisasi ekpor, sehingga terjadi kelebihan produk (excess production). Excess production menurunkan barga kubis yang mengakibatkan kerugian pada petani.
Industri pengolahan dengan bahan baku kuhis penting artinya untuk membantu petani mengatasi harga kubis yang berfluktuasi. Salah satu jenis makanan olahan dari kubis adalah kimchi Penelitian ini bertujuan mengkaji awal kelayakan pendirian industri pengolahan kimchi di Berastagi Kabupaten Karo Propinsi Sumatera Utara. Kajian kelayakan dalam penelitian ini merupakan evaluasi pendahuluan untuk mendapatkan informasi apakah proyek cukup berarti untuk diteruskan atau tidak Aspek yang dianalisis antara lain pasar dan pemasaran kimchi, input material, teknis dan teknologis, manajemen operasi, ketenagakerjaan, yuridis dan finansial
Data yang dianalisis meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari survei lapangan dan wawancara sedangkan data sekunder dari BPS, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Pemda Kabupaten Karo Analisis input material memperkirakan kelebihan produksi (excess production) kubis dan peramalan excess production kubis di masa yang akan datang dengan metode pendugaan regresi Lokasi pabrik dalam analisis teknis dan teknologia ditentukan berdasarkan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kabupaten Karo Analisis finansial untuk melihat kelayakan infestasi meliputi perhitungan NPV, BEP, IRR,
PBP, Net B/C, dan analisis sensitivitas. Sedangkan analisis yang lain dikaji melalui studi literatur Jumlah ketersediaan kubis sebagai bahan baku dalam industri ini sangat tinggi di Kabupaten Karo Rata-rata ketersediaan kubis tahun 1994-1997 sebesar 133.723,81 ton Pendugaan dengan metode regresi diperoleh bahwa pada tahun 2000 jumlah ketersediaan kubis sebesar 514,31 ton per hari Peralatan yang digunakan dalam proses produksi berupa pisau samless steel, timbangan, tangki fermentasi, dan sealer. Fasilitas pendukung lainnya berupa mobil pick-up, reftigrator, komputer, lahan seluas 1.500 m Jumlah tenaga kerja yang
diperlukan sebanyak 24 orang yang terdiri dari seorang pimpinan, seorang kepala bagian pemasaran dan keuangan, seorang operator produksi, seorang sekretaris dan 20 orang pekerja harian
Kapasitas produksi industri kimchi ini sebesar 675.000 kemasan per tahun (kapasitas produksi 100%) Harga produk ditetapkan sebesar Rp 2.500,00 per kemasan Orientasi pemasaran adalah pasar luar negeri (ekspor) yang dilakukan oleh eksportir kubis yang selama ini sudah ada.
Nilai NPV dalam keadaan normal dengan suku bunga Bank 21% sebesar Rp. 900.205.076,90, nilai IRR 68,98%, nilai Net B/C sebesar 3,24 dan PBP sebesar 1,61. Penurunan harga jual kimchi samapi 22% memberikan nilai NPV sebesar Rp 21.344,951,90, nilai Net B/C sebesar 1.05, nilai IRR 22,43% dan nilai PBP sebesar 3,79. Peningkatan biaya produksi sebesar 30% memberikan nilai NPV sebesar Rp 285 258.558,25, nilai Ner B/C sebesar 1,67, nilai IRR sebesar 36,80 % dan nilai PBP sebesar 2,58. Hasil analisis kelayakan bahwa pendirikan industri pengolahan kamchi
ini layak direalisasikan. | id |