Show simple item record

dc.contributor.advisorJakaria
dc.contributor.advisorMartojo, Harimurti
dc.contributor.authorSyahroni, Usin
dc.date.accessioned2023-10-30T23:33:25Z
dc.date.available2023-10-30T23:33:25Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129216
dc.description.abstractMinat masyarakat terhadap daging ayam lokal tetap tinggi walaupun harganya lebih mahal dibandingkan dengan daging ayam ras. Hal ini merupakan peluang bagi para petemak ayam lokal untuk lebih intensif dalam pemeliharaan untuk tujuan komersial. Namun sampai saat ini, masih sangat jarang ayam lokal dipelihara untuk tujuan komersial karena pertumbuhannya yang lambat. Berbagai cara telah dilakukan untuk meningkatkan produktifitas ayam lokal diantaranya dengan meningkatkan mutu genetik. Langkah awal dalam meningkatkan mutu genetik ayam lokal diantaranya dengan melakukan persilangan resiprokal untuk mengetahui pengaruh penggunaan jantan dan betina yang berbeda dalam persilangan terhadap produktivitas keturunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan sifat produksi dan reproduksi hasil persilangan resiprokal antara ayam Arab, ayam Bangkok serta ayam Pelung. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 166 ekor anak ayam hasil persilangan resiprokal antara ayam Arab (A), ayam Bangkok (B) dan ayam Pelung (P) yang terdiri atas 22 ekor AB (persilangan jantan Arab dengan betina Bangkok), 30 ekor BA, 29 ekor AP, 37 ekor PA, 24 ekor BP dan 24 ekor PB. Anak ayam dipelihara sampai berumur 8 minggu di dalam kandang berukuran 2x2 m2. Pakan dan air minum diberikan secara ad libitum dengan pencatatan jumlah penggunaan pakan. Peubah yang diamati adalah bobot telur, bobot anak ayam umur sehari (DOC), bobot setiap minggu dan konsumsi pakan untuk mengetahui sifat produksi, sedangkan untuk mengetahui sifat reproduksi peubah yang diamati adalah fertilitas hari ke-4 dan ke-18 masa inkubasi serta daya tetas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t-student. Secara umum, hasil persilangan Arab-Bangkok lebih baik daripada Bangkok-Arab, hasil persilangan Arab-Pelung lebih baik daripada Pelung-Arab, hasil persilangan Bangkok-Pelung lebih baik daripada Pelung-Bangkok. Perbedaan antara hasil persilangan dengan resiproknya terdapat pada penampilan sifat produksi. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan sitoplasma yang disebabkan oleh penggunaan bangsa induk betina yang berbeda dalam persilangan resiprokal berpengaruh terhadap penampilan sifat produksi dari kedua macam hasil persilangan tersebut. Perbedaan sitoplasma tidak berpengaruh terhadap penampilan sifat reproduksi. Nilai heterosis hasil persilangan Arab dengan Bangkok (AB dan BA) lebih tinggi daripada basil persilangan Bangkok dengan Pelung (BP dan PB), sedangkan hasil persilangan Arab dengan Pelung(AP dan PA) lebih rendah daripada Bangkok dengan Pelung.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAyam arabid
dc.subject.ddcAyam bangkokid
dc.subject.ddcAyam pelungid
dc.subject.ddcPersilanganid
dc.titlePenampilan Sifat Produksi dan Reproduksi Hasil Persilangan Resiprokal antara Ayam Arab, Ayam Bangkok serta Ayam Pelungid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordayam lokalid
dc.subject.keywordpersilangan resiprokalid
dc.subject.keywordsitoplasmid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record