| dc.description.abstract | Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui kebiasaan sarapan
pada remaja siswa SMP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tujuan
khusus penelitian adalah: (1) Mengidentifikasi karakteristik individu dan keluarga
siswa laki-laki dan perempuan; (2) Mengidentifikasi kebiasaan sarapan yang
meliputi frekuensi sarapan, waktu dan tempat sarapan, jenis makanan sarapan
serta perubahan jenis makanan sarapan; (3) Mengidentifikasi tingkat
pengetahuan tentang gizi dan kebiasaan sarapan; (4) Mengidentifikasi konsumsi
dan tingkat konsumsi energi dan zat gizi; (5) Mengidentifikasi kontribusi energi
dan zat gizi makanan sarapan terhadap konsumsi dan kecukupan gizi; (6)
Menganalisis hubungan pengetahuan tentang gizi dan kebiasaan sarapan,
karakterisitik keluarga, kebiasaan makan keluarga dengan kebiasaan sarapan;
dan (7) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan sarapan.
Desain yang digunakan adalah cross sectional study. Lokasi penelitian
dilakukan di SMPN 8 Bogor, Kota Bogor. Penentuan lokasi penelitian dilakukan
dengan pertimbangan: (1) Tempat yang strategis (pusat kota) yang berkembang
dengan pesat; (2) Kemudahan akses untuk melaksanakan penelitian; dan (3)
Keragaman latar belakang sosial ekonomi siswa. Penelitian ini dilaksanakan
pada bulan Juni 2010. Contoh adalah siswa Sekolah Menengah Pertama kelas 8
yang berusia 13-15 tahun. Secara keseluruhan jumlah contoh adalah 96 siswa,
masing-masing 48 siswa laki-laki dan perempuan.
Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan siswa
menggunakan kuesioner, meliputi karakteristik siswa dan orang tua,
pengetahuan siswa tentang gizi dan kebiasaan sarapan, kebiasaan sarapan,
konsumsi pangan siswa (recall 2x24 jam), serta jenis makanan sarapan (FFQ).
Data sekunder meliputi keadaan umum sekolah, profil sekolah serta fasilitas
sekolah. Pengolahan data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensia.
Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Rank Spearman, membandingkan
variabel menurut jenis kelamin menggunakan uji beda z dan t (Independent
Sampel t-Test). Faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap kebiasaan
sarapan siswa dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda.
Secara umum siswa laki-laki (75,0%) dan perempuan (83,3%) berumur 14
tahun. Rata-rata uang saku siswa laki-laki dan perempuan hampir sama, yaitu
Rp 11.583 dan Rp 12.312 per hari. Sekitar 50% ayah dan ibu siswa berasal
dari suku Sunda. Tingkat pendidikan ayah (53,1%) dan ibu (59,4%) siswa
adalah SMA, dengan jenis pekerjaan ayah adalah PNS (40,6%), dan ibu sebagai
ibu rumahtangga (69,8%). Berdasarkan batas kemiskinan menurut BPS (2008),
sebagian besar keluarga siswa laki-laki (95,8%) dan perempuan (95,8%)
tergolong tidak miskin.
Tingkat pengetahuan gizi siswa perempuan lebih baik dibandingkan lakilaki,
yang berbeda signifikan secara statistik (p<0,05). Umumnya siswa
perempuan mempunyai tingkat pengetahuan gizi kategori sedang (50%) dan baik
(50%), sedangkan siswa laki-laki umumnya dengan kategori sedang (68,8%).
Sebagian besar siswa (77,1%) menyatakan pernah memperoleh informasi
tentang pangan dan gizi, dengan persentase terbesar bersumber dari orang tua
(45,9%) | id |