View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Ketahanan bakteri asam laktat dan khamir selama pembuatan laru campuran untuk tempe

      Thumbnail
      View/Open
      Fultext (1.529Mb)
      Date
      2016
      Author
      Astuti, Ridi Widi
      Nuraida, Lilis
      Dewanti-Hariyadi, Ratih
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia asal kedelai hasil fermentasi kapang Rhizopus sp. Selain kapang, pada tempe juga terdapat bakteri asam laktat (BAL) dan khamir yang berpengaruh terhadap mutu tempe. Lactobacillus rhamnosus R23 merupakan salah satu BAL yang berpotensi sebagai probiotik dan Candida pelliculosa merupakan khamir yang dapat meningkatkan kadar isoflavon aglikon pada tempe. Penambahan kedua jenis mikroba ini dalam pembuatan laru diharapkan dapat meningkatkan kualitas tempe yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi ketahanan BAL dan khamir yang ditambahkan selama pembuatan laru campuran. Laru campuran dibuat dengan menginokulasikan spora Rhizopus sp. yang diisolasi dari laru RAPRIMA bersama dengan L. rhamnosus R23 (7 log CFU/g) dan atau tanpa C. pelliculosa (5 log CFU/g) ke dalam substrat onggok dan beras (3:1). Jumlah kapang, BAL, dan khamir (CFU/g) diamati pada jam ke-0, 4, 24, 48, 72, dan 96 selama inkubasi dan pada jam ke-0, 24, 48, dan 72 selama pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan L. rhamnosus R23 yang ditambahkan di awal inkubasi mengalami penurunan setelah 48 jam inkubasi dan selama proses pengeringan, sedangkan pertumbuhan C. pelliculosa terus mengalami peningkatan selama inkubasi dan dapat bertahan selama proses pengeringan. Jumlah BAL dalam laru dapat ditingkatkan dengan menambahkan BAL pada jam ke-48 inkubasi. Setelah proses pengeringan, jumlah C. pelliculosa adalah sekitar 8 log CFU/g (bk) dan L. rhamnosus R23 sekitar 2 log CFU/g (bk) pada laru yang ditambahkan C. pelliculosa dan L. rhamnosus R23 di awal inkubasi, sedangkan jumlah C. pelliculosa sekitar 9 log CFU/g (bk) dan L. rhamnosus R23 sekitar 3 log CFU/g (bk) pada laru yang ditambahkan C. pelliculosa di awal inkubasi dan L. rhamnosus R23 pada jam ke-48 inkubasi. Penambahan L. rhamnosus R23 pada jam ke-48 inkubasi tidak dapat memperbaiki ketahanan BAL selama proses pengeringan, namun dapat meningkatkan 1 log CFU/g (bk) BAL pada laru.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126693
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository