Show simple item record

dc.contributor.advisorRimbawan
dc.contributor.advisorDewi, Mira
dc.contributor.authorPuspita, Sarah Fauzia S.;
dc.date.accessioned2023-10-12T02:17:24Z
dc.date.available2023-10-12T02:17:24Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126271
dc.description.abstractTujuan umum dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh intervensi isoflavon susu kedelai terhadap status imun pada remaja gemuk. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah : 1) Mengkaji karakteristik contoh dan keluarga contoh; 2) Mengidentifikasi kebiasaan makan sumber isoflavon (tahu, tempe, oncom, dan kacang-kacangan) pada contoh; 3) Mengetahui kadar isoflavon plasma darah contoh sebelum dan setelah intervensi; 4) Menganalisis pengaruh intervensi isoflavon susu kedelai terhadap kadar isoflavon plasma darah; 5) Menganalisis pengaruh intervensi isoflavon susu kedelai terhadap status imun (NK Cell) contoh; 6) Menganalisis pengaruh kadar isoflavon plasma darah terhadap status imun (NK Cell) contoh. Desain penelitian ini adalah eksperimental. Metode penarikan contoh dengan cara non-probability sampling jenis volunteer sampling. Jumlah contoh dalam penelitian ini adalah 16 orang. Penelitian ini terdiri dari tiga kelompok perlakuan dan alokasi contoh kedalam kelompok perlakuan dilakukan secara acak (random), yakni kelompok kontrol (5 orang), kelompok yang diberi 150 mL susu kedelai yang setara dengan 26 mg isoflavon (5 orang), dan kelompok yang diberi 300 mL susu kedelai yang setara dengan 52 mg isoflavon (6 orang). Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan menggunakan program komputer Microsoft Office Excel 2007 dan Statistical Product and Solution Services (SPSS) versi 15 for Windows. Sebanyak 12,5% contoh overweight dan 87,5% contoh obese. 68,8% contoh memiliki jumlah keluarga dengan kategori sedang. Contoh rutin mengonsumsi tahu dan tempe, tetapi jarang mengonsumsi oncom. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata contoh mengonsumsi tahu sebanyak 1-2x/minggu (31,25%) dan 3-6x/minggu (31,25%), mengonsumsi tempe rata-rata sebanyak 1-2x/minggu (37,5%), sedangkan mengonsumsi oncom rata-rata tidak pernah (81,25%). Untuk melihat pengaruh frekuensi konsumsi tahu, tempe, dan oncom pada kadar isoflavon plasma darah dilakukan uji regresi pada kelompok kontrol. Hasil uji regresi memperlihatkan bahwa frekuensi konsumsi tahu, tempe, dan oncom tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap daidzin, glycitin, genistin, daidzein, glycitein, genistein, kadar isoflavon plasma darah total, dan aglikon isoflavon dalam plasma darah contoh. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa hasil intervensi susu kedelai terhadap kadar isoflavon dalam plasma darah pada kelompok kontrol, 26 mg, dan 52 mg tidak berbeda nyata (p>0,05) padahal hasil uji t sebelum dan setelah intervensi pada masing-masing kelompok berbeda nyata (p<0,05) kecuali kelompok aglikon isoflavon. NK Cell merupakan subset limfosit asal sumsum tulang yang berbeda dari sel T dan B, berperan pada sistem imunitas nonspesifik yang tidak memerlukan paparan dan pengenalan mikroba. NK Cell secara alamiah sudah merupakan limfosit sitotoksik yang ditemukan sejak lahir yang berfungsi pada sistem imun nonspesifik selular (Baratawidjaja & Rengganis 2009). Profil imunitas contoh menggambarkan status kekebalan tubuh contoh terhadap infeksi bakteri dan patogen lainnya (Sunaryo 2004). Profil imunitas yang diukur meliputi jumlah NK Cell (sel/μL) dan persentase perbandingan NK Cell terhadap total limfositid
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcHuman ecologyid
dc.subject.ddcCommunity nutritionid
dc.titlePengaruh intervensi isoflavon susu kedelai terhadap status imun pada remaja gemukid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordOverweightid
dc.subject.keywordIsoflavoneid
dc.subject.keywordImmune statusid
dc.subject.keywordNatural killer cellid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record