| dc.description.abstract | Tujuan umum penelitian ini adalah mengkaji pengetahuan, sikap dan
konsumsi makanan jajanan siswa sekolah dasar negeri di Kota dan Kabupaten
Bogor. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah: mengkaji karakteristik siswa
sekolah dasar negeri di Kota dan Kabupaten Bogor, mengkaji pengetahuan gizi
dan keamanan makanan jajanan siswa sekolah dasar negeri di Kota dan
Kabupaten Bogor, mengkaji sikap gizi dan keamanan makanan jajanan siswa
sekolah dasar negeri di Kota dan Kabupaten Bogor, mengkaji konsumsi
makanan jajanan (energi, protein, lemak, karbohidrat, natrium dan karbohidrat
sederhana) siswa sekolah dasar negeri di Kota dan Kabupaten Bogor.
menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan konsumsi
makananjajanan siswa sekolah dasar negeri di Kota dan Kabupaten Bogor.
Desain dari penelitian ini adalah cross-sectional study. Penentuan lokasi
SD ditetapkan secara purposive. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei
sampai Juli 2009 di Sekolah Dasar terakreditasi A di Kota dan Kabupaten Bogor,
dimana dipilih dari dua sekolah dasar dengan karakteristik yang relatif sama.
Contoh adalah siswa yang tercatat kelas 4 dan 5 di dua sekolah yang diteliti.
Penarikan jumlah contoh ditentukan dengan asumsi power of study (tingkat
kebenaran untuk menolak suatu hipotesis yang pada hakekatnya salah) 95%,
presisi 10%, dan prevalensi 50%. Jumlah siswa untuk dijadikan contoh diambil
dengan mengunakan rumus tertentu diperoleh 96 orang dan untuk
mengantisipasi dropout selama pengamatan maka diambil contoh 100 siswa.
Kemudian melakukan stratified random sampling berdasarkan wilayah dan kelas.
Untuk SD di kabupaten 57 orang siswa (kelas 4 sebanyak 29 siswa dan kelas 5
sebanyak 28 siswa) dan SD di Kota 43 orang siswa (kelas 4 sebanyak 26 siswa
dan kelas 5 sebanyak 17 siswa).
Contoh adalah siswa kelas 4 sebanyak 55.0% dan kelas 5 sebanyak
45.0%. Sebagian besar berjenis kelamin perempuan, Umur contoh umumnya 10
tahun. Secara keseluruhan pendidikan ayah dan ibu adalah SMA. Pekerjaan
ayah contoh sebagai pegawai swasta dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Jumlah
anggota keluarga contoh di SD kota maupun kabupaten termasuk dalam
keluarga kecil (≤4 orang).
Pengetahuan gizi dan keamanan pangan contoh secara keseluruhan
masih rendah. Skor rata-rata pengetahuan gizi dan keamanan pangan contoh SD
Kabupaten (65.8±11.7) adalah nyata lebih tinggi (p<0.05) dibandingkan SD Kota
(37.5±7.9). Sikap gizi dan keamanan pangan contoh secara keseluruhan
termasuk kategori sedang. Skor rata-rata sikap gizi dan keamanan pangan SD
Kabupaten (73.7±9.7) adalah hampir sama dengan SD Kota (70.9±11.4), dengan
secara statistik tidak berbeda nyata (p>0.05).
Besar uang saku SD kota dan SD kabupaten hampir sama. Alokasi uang
saku sebagian besar adalah untuk membeli jajan yaitu 53% di Kota dan 46% di
Kabupaten. Rata-rata uang saku untuk SD kota maupun SD kabupaten hampir
sama, adalah Rp.5000±2350 dan Rp.5052±2876. Dengan nilai minimum uang
saku yang diterima contoh perhari adalah Rp.500 sedangkan nilai maksimum
adalah Rp.15.000. | id |