| dc.description.abstract | Peran ibu dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sangatlah
dominan untuk mengasuh dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang
menjadi anak yang berkualitas pola asuh yang diterapkan oleh ibu dapat
berpengaruh terhadap pertumbuhan anak khususnya status gizi anak. Sanitasi
lingkungan juga mempengaruhi status gizi anak. Gizi buruk atau gizi kurang yang
dialami oleh anak akan membawa dampak yang negatif terhadap pertumbuhan
dan perkembangannya.
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pola asuh
balita dan sanitasi lingkungan kaitannya dengan status gizi balita di Kelurahan
Kertamaya, Bogor Selatan. Tujuan khusus dari penelitian ini yaitu : (1)
Mengidentifikasi karakteristik anak balita (jenis kelamin dan umur, berat badan
dan riwayat kesehatan) dan karakteristik keluarga anak balita (umur orang tua,
besar keluarga, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua dan pendapatan
orang tua), (2) Mengkaji pengetahuan gizi, pola asuh, sanitasi lingkungan,
konsumsi pangan, status gizi dan status kesehatan balita, (3) Menganalisis
hubungan antara pola asuh, konsumsi pangan, sanitasi lingkungan dan status
kesehatan dengan status gizi balita dan (4) Menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi status anak gizi balita.
Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Lokasi penelitian ini di
Kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan. Penentuan wilayah tersebut sebagai lokasi
penelitian dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa lokasi
tersebut akan dilaksanakan program intervensi biskuit fungsional untuk balita
yang berat badannya kurang selama tiga bulan. Penelitian ini dilakukan selama
empat bulan, yaitu mulai dari Juli hingga November 2009.
Pemilihan contoh dilakukan dengan metode purposive. Contoh penelitian
adalah anak balita laki-laki dan perempuan dengan kriteria umur 15 bulan sampai
59 bulan yang dipilih secara sengaja dengan pertimbangan adanya program
perbaikan gizi dari Rotary Club melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
untuk anak balita berupa biskuit. Pemilihan lokasi penelitian juga dilakukan
secara purposive dengan berbagai pertimbangan yang ada. Dari kelurahan
tersebut diambil contoh yang terdata di posyandu. Kemudian dari enam
posyandu yang ada ditemukan balita contoh sebanyak 20 anak. Namun yang
mengikuti intervensi PMT hingga selesai hanya 19 anak. Hal tersebut
dikarenakan contoh tidak sesuai dengan kriteria karena menderita TB Paru.
Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data
primer meliputi karakteristik keluarga (umur orang tua, pendidikan orang tua,
pekerjaan orang tua, pendapatan keluarga, dan besar keluarga), karakteristik
contoh (umur dan jenis kelamin), pengetahuan gizi ibu, pola asuh makan, pola
asuh hidup sehat dan sanitasi lingkungan, konsumsi makan serta status gizi dan
kesehatan contoh. Data sekunder meliputi gambaran umum Kelurahan
Kertamaya. Pengumpulan data primer dilaksanakan melalui wawancara secara
langsung menggunakan kuisioner.
Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dan statistik dengan
menggunakan Microsoft Excel 2007 dan SPSS versi 16.0 for Windows. Proses
pengolahan meliputi kegiatan editing, coding, entry, dan analisis. Analisis statistik
yang dilakukan adalah uji korelasi Rank Spearman dan uji regresi. | id |