Show simple item record

dc.contributor.advisorBriawan, Dodik
dc.contributor.advisorDewi, Mira
dc.contributor.authorMahyar, Veni
dc.date.accessioned2023-10-09T09:16:42Z
dc.date.available2023-10-09T09:16:42Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126102
dc.description.abstractTujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi serat dan status gizi pada anak SD di Kota dan Kabupaten Bogor. Adapun tujuan khusus penelitian ini : (1) Mengetahui kebiasaan konsumsi sayur dan buah contoh, (2) Mengetahui kebiasaan buang air besar contoh, (3) Membandingkan asupan serat di Kota dan Kabupaten Bogor, (4) Membandingkan asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat contoh di Kota dan Kabupaten Bogor, (5) Membandingkan status gizi contoh di Kota dan Kabupaten Bogor. Desain dari penelitian ini adalah cross-sectional study. Penentuan lokasi SD ditetapkan secara purposive. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2009 di Sekolah Dasar (SD) di Kota dan Kabupaten Bogor. Contoh adalah siswa kelas 4 dan kelas 5 SD. Penarikan jumlah contoh yang diperoleh yaitu minimal 96 orang dan jumlah contoh digenapkan menjadi 100 siswa. Kemudian dilakukan stratified random sampling. Untuk SD di kabupaten 54 orang siswa dan SD di Kota 46 orang siswa Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Data primer meliputi: karakteristik contoh (umur dan jenis kelamin); karakteristik keluarga contoh (pendidikan dan pendapatan orangtua), kebiasaan konsumsi sayur dan buah (jenis, jumlah dan frekuensi). Konsumsi sayur dan buah diukur dengan menggunakan FFQ (food frequency questionnaires) selama satu minggu. Konsumsi makanan yang biasa di konsumsi anak SD diukur dengan menggunakan food recall 2x24 jam, yaitu satu hari libur dan satu hari aktivitas. Contoh terdiri atas siswa kelas 4 SD sebanyak 52.0% dan kelas 5 SD sebanyak 48.0%. Sebagian besar contoh berjenis kelamin perempuan sebesar 61.0% sedangkan laki-laki sebesar 39.0%. Umur contoh berkisar antara 9 – 12 tahun dan persentase terbesar pada umur 10 tahun sebesar 57.0%. Proporsi pendidikan terbesar orangtua adalah SMA baik pedidikan ayah maupun ibu masing-masing sebesar 52.0% dan 44.0%. Rata-rata pendapatan orangtua contoh adalah Rp. 740.325,00. Tingkat pendapatan orangtua contoh sebagian besar tergolong tidak miskin (93%). Pendapatan keluarga contoh di kabupaten lebih tinggi daripada pendapatan keluarga contoh di kota. Rata-rata frekuensi konsumsi sayur dan buah contoh yaitu 4.6±2.1 kali/minggu dan 5.2±2.4 kali/minggu dengan rata-rata jumlah konsumsi sayur dan buah yaitu 28.4±13.4 g/hari dan 73.7±45 g/hari. Rata-rata asupan serat anak SD di kota 3.0±4.2 g dan di kabupaten 2.0±2.2 g. Hasil uji t menunjukkan bahwa frekuensi, jumlah konsumsi sayur dan buah serta asupan serat contoh di kota dengan di kabupaten tidak berbeda nyata (p>0.05). Anak SD yang mengalami kesulitan buang air besar sebanyak 35% dan selebihnya tidak mengalami kesulitan buang air besar. Sebagian besar contoh merasakan sakit perut pada saat buang air besar yaitu mules (tetapi buang air besar tidak lancar) 35.9%, perut kembung 34.6% dan nyeri di bagian perut 28.2%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesulitan buang air besar dengan asupan serat (p>0.05).id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcHuman ecologyid
dc.subject.ddcCommunity nutritionid
dc.titleStudi konsumsi serat dan status gizi pada anak sekolah dasar di kota dan Kabupaten Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordFiber intakeid
dc.subject.keywordVegetables and fruits consumptionid
dc.subject.keywordNutritional statusid
dc.subject.keywordElementary school studentsid
dc.subject.keywordDefecationid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record