| dc.description.abstract | Tepung ubi jalar ungu dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan beras analog. Beras analog dari tepung ubi jalar ungu memiliki bentuk dan tekstur seperti beras, dan dapat dimasak seperti beras dari padi. Beras analog dapat mengalami perubahan mutu selama penyimpanan yang disebabkan oleh perubahan tekstur beras akibat menyerap uap air dari lingkungan. Oleh karena itu, umur simpan beras analog perlu diketahui berdasarkan perubahan teksturnya. Metode pendugaan umur simpan yang disebabkan oleh perubahan tekstur ini adalah metode kadar air kritis.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur simpan beras analog ubi jalar ungu berdasarkan pendekatan metode kadar air kritis. Beras analog dibuat dari campuran tepung ubi jalar ungu, tepung jagung, pati sagu aren, GMS, bubuk bawang putih, dan air. Percobaan dengan metode ini mencakup tahapan penentuan kadar air awal, kadar air kritis, dan kadar air kesetimbangan, pembuatan kurva isoterm sorpsi air (ISA), dan parameter lainnya (berat kering produk, dimensi kemasan, dan permeabilitas kemasan). Uji ksesuaian model kurva ISA menggunakan beberapa model persamaan, yaitu model Hasley, Chen Clayton, Henderson, Caurie, Oswin, dan GAB.
Kadar air awal dan kadar air kritis beras analog secara berturut-turut adalah 7,3% bk atau 0,0730 g/g solid dan 0,1765 g H2O/g solid. Pemodelan kurva ISA yang paling sesuai adalah model Hasley (log (ln(1/aw)) = -2,5356 + 4,6819logMe (mean relatice determination=4,57). Umur simpan beras analog ubi jalar ungu pada suhu 30°C dengan kemasan polypropilene pada RH 75%, 80%, dan 85% berturut-turut 146, 139, dan 133 hari, Sedangkan dengan kemasan oriented polypropylene pada kondisi RH yang sama berturut-turut adalah 421, 401, dan 383 hari. | id |